Meningkat, Rata-Rata Nilai Klaim Kesehatan Perorangan di Asuransi Jiwa Rp 54,61 Juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, rata-rata nilai pembayaran klaim kesehatan perorangan di industri asuransi jiwa meningkat pada 2025.

Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Center of Excellence) AAJI Handojo Gunawan Kusuma mengatakan bahwa rata-rata pembayaran klaim kesehatan untuk perorangan pada 2025 sebesar Rp 54,61 juta. 

"Nilainya meningkat cukup signifikan sebesar 51,9%, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 35,95 juta," ungkapnya saat konferensi pers AAJI di Jakarta Pusat, beberapa saat lalu.


Melihat tren tersebut, Handojo menerangkan industri asuransi jiwa akan terus memantau perkembangan itu secara berkala. Selain itu, AAJI juga akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan para penyedia jasa layanan kesehatan untuk mengoptimalkan penerapan dari Peraturan OJK (POJK) 36/2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan.

Baca Juga: OJK Ungkap Faktor Penyebab Laba Industri Penjaminan Tertekan pada 2025

"Hal itu juga bertujuan menciptakan industri asuransi kesehatan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, AAJI mencatat, total nilai klaim kesehatan di industri asuransi jiwa juga mengalami peningkatan pada 2025. Hal itu seiring meningkatnya juga klaim kesehatan secara perorangan dan kumpulan.

Adapun pembayaran klaim untuk produk asuransi kesehatan mencapai Rp 26,74 triliun pada 2025. Nilainya mengalami peningkatan 9,1%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Jika ditelaah, nilai klaim asuransi kesehatan pada 2024 juga mencatatkan peningkatan. AAJI mencatat, nilai klaim asuransi kesehatan pada 2024 mencapai Rp 24,52 triliun. Nilainya meningkat 18%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Secara total, industri asuransi jiwa membayarkan klaim atau manfaat sebesar Rp 146,73 triliun pada 2025. Nilainya menurun 7,8%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News