Menjajaki peluang bisnis Bangi Kopitiam



Bisnis kuliner terus berkembang. Setiap saat ada saja pemain baru meramaikan bisnis ini. Bahkan, tak sedikit pemain asing turut meramaikannya. Banyak dari mereka juga gencar menawarkan waralaba atau kemitraan.

Salah satunya adalah Bangi Kopitiam asal Malaysia. Usaha yang berdiri tahun 2006 ini resmi masuk Indonesia tahun 2011 lalu. Sampai hari ini, terdapat 34 cabang Bangi Kopi Tiam di seluruh Indonesia.

Di antaranya ada di Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Surabaya, Cirebon, Lampung, Medan, dan Makassar. "Tiga cabang di antaranya milik kantor pusat," kata Peter Halim, Director Of Franchise Bangi Kopitiam Indonesia.


Bangi Kopitiam merupakan sebuah tempat makan yang memadukan konsep kedai kopi dan restoran. Setidaknya ada 100 menu makanan dan 100 menu minuman yang dijual di tempat ini.

Menu makanan itu terdiri dari cuttle fish nasi lemak, reddish chicken white rice, chicken chop rice, dan mak teh dagang rice. Sementara minumannya ada ice milo, aunty yee ice white coffee, dan chilled coffee special.

Menu makanan di tempat ini dibanderol mulai harga Rp 20.000 - Rp 30.000 per porsi. Sementara minuman mulai Rp 10.000 - Rp 20.000 per gelas. Bangi juga menyediakan makanan ringan berupa aneka olahan roti yang dibanderol seharga mulai Rp 10.000 - Rp 20.000 per porsi.

Peter bilang, meskipun dari Malaysia, sekitar 90% bahan baku yang digunakan Bangi Indonesia sudah diproduksi di dalam negeri. Bahkan, ia mengklaim, kualitas makanan dan minuman Bangi Indonesia lebih baik ketimbang induknya di Negeri Jiran.

Bagi yang berminat menjadi mitra, Bangi Kopitiam menawarkan satu paket waralaba dengan investasi Rp 1,4 miliar. Investasi itu sudah termasuk kontrak kerjasama lima tahun, perlengkapan restoran seperti meja dan kursi, peralatan masak, izin usaha, dan lain-lain.

Mitra hanya perlu menyiapkan tempat seluas 200 meter persegi. Mitra juga masih harus menyiapkan biaya lagi buat renovasi tempat dan bahan baku awal.

Peter memperkirakan, mitra Bangi Kopitiam bisa meraup omzet sekitar Rp 300 juta per bulan, dengan profit di atas 20%. Syaratnya, mitra harus mencari lokasi yang strategis. Menurutnya, lokasi ini sangat mempengaruhi kunjungan jumlah pelanggan.

Dengan royalty fee 5% dari omzet bulanan, Peter menjanjikan mitra akan balik modal dalam waktu kurang lebih dua tahun setelah beroperasi.

Valentino Dinsi, Wakil Ketua Asosiasi Waralaba Indones mengatakan, bisnis kopitiam merupakan bisnis lifestyle. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila tertarik untuk menjalankan usaha kopitiam ini.

Di antaranya adalah menentukan segmen pasar yang ingin dibidik. Lokasi usaha dan konsep kafe harus disesuaikan dengan segmen pasar tersebut.

Menurut Valentino, kompetitor utama bisnis kopitiam adalah Starbucks, kedai kopi asal Amerika Serikat. Produk yang ditawarkan tergolong hampir sama. Makanya, ia menyarankan, Bangi Kopitiam melakukan diferensiasi agar tidak kalah saing dengan kafe-kafe lain.            Bangi Kopitiam                                                                                                                                                                       Jl Hutan Jati No 145                                                                                                                                                            Jakarta Barat                                                                                                                                                                     HP: 0818998882

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri