JAKARTA. Bisnis makanan tak pernah ada habisnya. Wajar saja. Soalnya setiap hari orang perlu makanan, mulai dari makanan berat, camilan hingga makanan pencuci mulut. Salah satu makanan yang sudah tak asing di lidah orang Indonesia adalah rujak buah. Potongan buah segar yang diberi bumbu kacang ini terbilang camilan menyegarkan dengan harga terjangkau.Adalah Fina Rosa yang merintis usaha rujak di Medan sejak tahun 1990-an. Lantaran, lokasi awal berjualan di pinggir kolam Sultan Deli di Medan, maka orang-orang menyebutnya dengan rujak kolam. Tak hanya lokasinya, nama tersebut juga merujuk pada tampilan kuahnya yang kental, gurih dan meluber. "Istimewanya, saya menggunakan gula aren asli dan pisang batu di adonan bumbu. Pisang ini rasanya agak kelat atau sepat dan bermanfaat sebagai obat penawar sakit perut," ujar Fina berpromosi.Adapun, buah-buah yang digunakan Fina sama seperti rujak pada umumnya, yaitu jambu air, mangga, nanas, belimbing, timun, bengkuang, pepaya, dan juga kedondong. Satu porsi dijual berkisar Rp 10.000-Rp 15.000, tergantung lokasi. Fina pun mematenkan brand Rujak Kolamku sejak awal tahun ini, seiring rencana pengembangan bisnisnya. Sekarang, perempuan 47 tahun ini sudah punya lima booth yang tersebar di Medan dan Malang.Sejak Maret lalu, ia membuka peluang bermitra. "Sudah ada calon mitra yang mau buka di Bandung dan Jakarta," katanya. Jika ingin menjadi mitra Rujak Kolamku, Anda harus merogoh kocek Rp 6,5 juta. Mitra akan mendapat booth, peralatan membuat rujak, bumbu awal, seragam, hingga brosur dan stiker untuk promosi.Saban bulan, gerai mitra diperkirakan bisa meraih omzet Rp 10 juta. "Dengan target keuntungan bersih 40%, mitra sudah bisa balik modal kurang dari 6 bulan," ujar Fina.Demi menjaga kualitas produk, ia mengharuskan mitra mengambil bahan bumbu dari pusat, dan tidak boleh mengubah resep bumbu.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Menjajal bisnis Rujak Kolamku
JAKARTA. Bisnis makanan tak pernah ada habisnya. Wajar saja. Soalnya setiap hari orang perlu makanan, mulai dari makanan berat, camilan hingga makanan pencuci mulut. Salah satu makanan yang sudah tak asing di lidah orang Indonesia adalah rujak buah. Potongan buah segar yang diberi bumbu kacang ini terbilang camilan menyegarkan dengan harga terjangkau.Adalah Fina Rosa yang merintis usaha rujak di Medan sejak tahun 1990-an. Lantaran, lokasi awal berjualan di pinggir kolam Sultan Deli di Medan, maka orang-orang menyebutnya dengan rujak kolam. Tak hanya lokasinya, nama tersebut juga merujuk pada tampilan kuahnya yang kental, gurih dan meluber. "Istimewanya, saya menggunakan gula aren asli dan pisang batu di adonan bumbu. Pisang ini rasanya agak kelat atau sepat dan bermanfaat sebagai obat penawar sakit perut," ujar Fina berpromosi.Adapun, buah-buah yang digunakan Fina sama seperti rujak pada umumnya, yaitu jambu air, mangga, nanas, belimbing, timun, bengkuang, pepaya, dan juga kedondong. Satu porsi dijual berkisar Rp 10.000-Rp 15.000, tergantung lokasi. Fina pun mematenkan brand Rujak Kolamku sejak awal tahun ini, seiring rencana pengembangan bisnisnya. Sekarang, perempuan 47 tahun ini sudah punya lima booth yang tersebar di Medan dan Malang.Sejak Maret lalu, ia membuka peluang bermitra. "Sudah ada calon mitra yang mau buka di Bandung dan Jakarta," katanya. Jika ingin menjadi mitra Rujak Kolamku, Anda harus merogoh kocek Rp 6,5 juta. Mitra akan mendapat booth, peralatan membuat rujak, bumbu awal, seragam, hingga brosur dan stiker untuk promosi.Saban bulan, gerai mitra diperkirakan bisa meraih omzet Rp 10 juta. "Dengan target keuntungan bersih 40%, mitra sudah bisa balik modal kurang dari 6 bulan," ujar Fina.Demi menjaga kualitas produk, ia mengharuskan mitra mengambil bahan bumbu dari pusat, dan tidak boleh mengubah resep bumbu.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News