Menjaring cuan dari bisnis agen perjalanan



Bisnis jasa tur dan agen perjalanan kian marak. Maklum, minat masyarakat untuk berlibur baik di dalam maupun ke luar negeri terus bertumbuh. Tingginya permintaan jasa ini membuka peluang bisnis jasa tur dan agen perjalanan.

Salah satu pelaku usaha yang terjun di usaha ini adalah Otty Savitri di Surabaya. Pemilik Asindo Global Travel ini mendirikan usaha agen perjalanan Februari 2011. "Secara resmi berdiri 2011, namun kami sudah beroperasi tiga tahun sebelumnya,” ungkap Otty.

Bidang usahanya jasa tur dan penjualan tiket penerbangan, kereta api, hotel, hingga menyelenggarakan perjalanan haji dan umroh. Otty menilai, laju bisnis ini semakin pesat seiring pembangunan bandara-bandara baru, dan makin bervariasinya tempat wisata. Makanya, ia ingin berekspansi dengan membuka kemitraan sejak 2011.


Sekarang, sudah ada 18 cabang Asindo Global Travel yang tersebar di Surabaya, Malang, Jakarta, Bekasi, Balikpapan, Palembang, dan Manokwari. Dua gerai milik pusat, sisanya gerai mitra.

Ada tiga paket kemitraan yang ditawarkan. Paket silver (sub agen) senilai Rp 3,5 juta, lalu paket platinum Rp 12 juta (agen) dan paket cluster (cabang) dengan investasi Rp 60 juta. Perbedaannya terletak pada jumlah jasa yang ditawarkan.

Sebagai gambaran, paket cluster sudah mencakup franchise fee untuk lima tahun, komputer, meja dan kursi, printer, sistem Asindo Global, ID login untuk 6 agen penjualan serta kebutuhan operasional lain. Mitra wajib membayar franchise fee untuk kerja sama lima tahun berikutnya.

Otty memproyeksi, mitra bisa mengumpulkan omzet berkisar Rp 10 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Sistem usaha berupa komisi dari maskapai penerbangan, hotel dan sejenisnya sebesar 3% - 10% dari nilai transaksi. “Omzet bisnis travel biasanya besar lantaran satu tiket pesawat saja harganya bisa Rp 2 juta,” bebernya.

Menurutnya, margin keuntungan dari keseluruhan bisnis tur dan agen perjalanan ini sekitar 10% dari omzet. Jika target itu tercapai, mitra bisa balik modal dalam waktu lima bulan. Pihak pusat tidak mengutip biaya royalti dari mitra.

Pengamat waralaba, Erwin Halim menilai, bisnis agen perjalanan masih berprospek bagus. Meski di Amerika dan Eropa sudah banyak perusahaan travel yang tutup, namun itu tidak terjadi di Indonesia. “Malah di Indonesia kian banyak perusahaan yang buka, jadi persaingan pun kian ketat,” ungkapnya.

Maka, wajar pula jika banyak kemitraan travel menawarkan paket investasi yang terbilang murah, termasuk Asindo Global Travel yang menawarkan paket Rp 3,5 juta.

Namun, Erwin bilang, bisnis ini harus didukung tawaran paket perjalanan yang menarik. Pasalnya, agen perjalanan tidak bisa lagi mengandalkan penjualan tiket, karena masyarakat sudah bisa mengakses pembelian tiket online dengan mudah. "Pusat juga sebaiknya menambah sistem marketing untuk mitra, supaya mitra bisa bertahan," sarannya.          Asindo Global TravelJl  Mulyasari Raya 27, Surabaya, 08164586868

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri