Menjaring laba dari kursus bahasa Inggris



Di era globalisasi, kemampuan berbahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan. Terlebih, dalam dunia kerja dan pendidikan. Tak heran, kursus ini tak pernah sepi peminat, sehingga usaha kursus bahasa Inggris ini tetap berpotensi. Jika Anda tertarik membuka kursus bahasa Inggris, tak ada salahnya melirik tawaran waralaba kursus bahasa Inggris asal Denpasar, Bali, yakni British5Internasional. Raul Haidin, pemilik British5Internasional, telah merintis usaha ini sejak 2003. Setelah empat tahun beroperasi, ia baru menawarkan usaha waralaba pada 2007. Saat ini, British5Internasional sudah membuka 22 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Meski berpusat di Bali, kursus ini memiliki cabang di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. "Dari semua outlet itu, hanya empat cabang yang milik sendiri," ujar Raul.Raul menawarkan dua paket investasi. Pertama, paket investasi dengan gedung senilai Rp 300 juta. Kedua, paket investasi tanpa gedung senilai Rp 200 juta. Pada paket investasi berikut gedung, maksudnya pewaralaba yang akan menyiapkan gedung selama lima tahun. Dari kedua paket investasi itu, calon terwaralaba mendapatkan fasilitas yang sama, seperti modul kurikulum, rekrutmen, training staf dan guru. Selain itu, calon terwaralaba juga mendapatkan marketing promotion dari pusat. "Investor tak perlu repot menjalankan sendiri, investor cukup menjadi pengawas," kata Raul.Paket investasi tersebut juga sudah termasuk franchise fee senilai Rp 50 juta selama lima tahun. Sedangkan, Raul baru mengutip royalty fee pada bulan ke-7, sebesar 7% dari omzet kotor. Raul menjanjikan, investor bisa balik modal sekitar 8 hingga 15 bulan. Untuk bulan pertama hingga keempat, omzetnya sekitar Rp 15 juta hingga Rp 25 juta. Namun, setelah memasuki bulan kelima, omzet naik menjadi Rp 20 juta sampai Rp 50 juta per bulan.Persaingan ketatKeunggulan British5Internasional karena menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan. Misalnya, belajar bahasa Inggris dengan memutar film-film berbahasa Inggris yang sedang tren. Raul optimistis, British5Internasional masih mampu bertahan di tengah persaingan kursus bahasa Inggris yang kompetitif. "Target kami adalah siswa SMU," kata Raul.Levita Supit, Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) mengatakan, persaingan kursus bahasa Inggris sudah ketat. Meski begitu, peluang masih terbuka lebar jika tempat kursus tersebut memberikan layanan pendidikan bahasa Inggris yang berbeda. Strategi pemasaran berupa penggunaan nama asing British5Internasional merupakan taktik jitu untuk menarik peserta kursus. Maklum, orang Indonesia lebih percaya belajar bahasa Inggris di brand waralaba asing. "Nama tentu berpengaruh terhadap image," kata Levita. Selain harus memiliki keunggulan tertentu, kursus bahasa Inggris lokal juga harus memiliki strategi lain, seperti fasilitas yang memadai hingga bisa bersaing dengan waralaba asal luar negeri. Cara lain juga dapat dilakukan dengan mendatangkan pengajar dari luar negeri atau native speaker, sebagai penunjang proses belajar mengajar. "Persaingan bisnis kursus bahasa Inggris sudah sangat ketat, maka harus mempunyai keunggulan lain yang lebih menjual," tandasnyaBritish5InternasionalJl. Katrangan 18 Denpasar, BaliHP. 085333591059Telp. (031) 8424599

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Tri Adi