KONTAN.CO.ID-GENOLIER. Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Swiss, delegasi jurnalis Grup Media Kompas bersama perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Swiss, berkesempatan melakukan melakukan kunjungan resmi ke Genolier Innovation Hub (GIH) pada Jumat (26/6/2026). Terletak hanya 20 menit dari Bandara Jenewa, GIH merupakan pusat keunggulan seluas 25.000 meter persegi yang didedikasikan untuk penelitian translasional, pengembangan solusi inovatif, dan pendidikan berkelanjutan di bidang Kesehatan. Genolier Innovation Hub Diresmikan pada September 2024. GIH berfungsi sebagai ekosistem di mana dokter, peneliti, dan industri bekerja sama untuk mempercepat transfer terapi inovatif dari laboratorium ke praktik klinis demi manfaat langsung bagi pasien. Dengan biaya investasi mencapai CHF 100 juta, hub ini memperkuat posisi Swiss sebagai pemimpin inovasi kesehatan dunia.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Masih Berlangsung, AS Buka Peluang Jadi Tuan Rumah Tahun 2038 KONTAN yang masuk dalam tim Grup Media Kompas meninjau berbagai fasilitas mutakhir, termasuk pusat pelatihan internasional milik perusahaan global seperti Accuray dan GE HealthCare. Di Accuray, KONTAN melihat langsung teknologi radio-onkologi presisi tinggi, termasuk mesin CyberKnife yang mampu menyesuaikan pengobatan dengan gerakan pernapasan pasien guna meminimalisir paparan radiasi pada sel sehat KONTAN juga mengunjungi pusat pelatihan dan
showroom United Orthopedic Corporation. "Kehadiran kami di Genolier Innovation Hub mencerminkan visi untuk menyatukan keunggulan klinis, pendidikan medis, kesehatan digital, kecerdasan buatan, dan robotika di bawah satu atap," ucap Stephanie Crown yang bertanggung jawab atas kegiatan pelatihan di GIH. Dia menambahkan, tempat ini mencoba menjembatani hubungan antara produk laboratorium dengan kehidupan nyata melalui riset translasional, sehingga inovasi yang muncul benar-benar menjawab kebutuhan dokter dan pasien. Lantas bagaimana potensi kolaborasi antara GIH dengan sektor kesehatan di Indonesia, khususnya terkait proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali? Stephanie menyatakan keterbukaan mereka untuk berbagi keahlian dalam penelitian medis dan peningkatan kapasitas dokter melalui program pelatihan yang fleksibel. Potensi kolaborasi antara Genolier Innovation Hub (GIH) dan KEK Kesehatan Sanur Bali dinilai sangat besar dan sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Terdapat beberapa poin penting mengenai potensi dan bentuk kolaborasi tersebut: Pertama, kerja sama dapat mencakup peningkatan kapasitas (capacity building) bagi dokter, transfer teknologi, serta kolaborasi dalam bidang spesifik seperti ortopedi dan radio-onkologi. Selain itu, terdapat potensi untuk melakukan riset bersama terkait tantangan kesehatan global di Bali dengan membawa keahlian yang dimiliki GIH. GIH menyarankan agar langkah selanjutnya melibatkan kunjungan delegasi dokter dari Indonesia ke pusat inovasi mereka di Swiss. Melalui kunjungan ini, para dokter dapat berdiskusi langsung mengenai desain kemitraan yang paling sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Kedua, prinsip fleksibilitas dan pragmatism. GIH menekankan bahwa kolaborasi yang akan dibangun bersifat sangat fleksibel dan pragmatis. Mereka lebih mengutamakan untuk mendengarkan kebutuhan spesifik rumah sakit dan dokter di Indonesia terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk kerja sama yang konkret. Ketiga, dukungan wisata medis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah Indonesia di KEK Sanur untuk mengalihkan arus wisata medis yang selama ini banyak menuju ke Singapura agar tetap berada di dalam negeri. Keempat, sinergi ekosistem. Mengingat Mayo Clinic telah memiliki kemitraan dengan GIH dan juga hadir di Bali, hal ini menciptakan peluang sinergi ekosistem kesehatan internasional yang kuat.
Baca Juga: Kecerdasan Buatan Mendorong Kampus Tinggalkan Model Pembelajaran Konvensional Secara keseluruhan, pihak GIH menyambut baik ide kerja sama ini karena mereka memiliki visi untuk menjembatani riset laboratorium dengan praktik klinis nyata, yang sejalan dengan pengembangan zona ekonomi kesehatan di Bali
Fasilitas kelas dunia
Fasilitas yang memadukan sains dan kenyamanan selain laboratorium dan ruang operasi, GIH menawarkan fasilitas unik yang memadukan teknologi tinggi dengan keramahan. Salah satunya adalah perpustakaan khusus yang menyimpan koleksi peralatan medis antik serta Alkitab Luther cetakan tertua di Swiss. Puncak kunjungan dilakukan di auditorium imersif 270 derajat yang memiliki layar raksasa yang dapat terbuka untuk menampilkan pemandangan spektakuler Mont Blanc dan Danau Jenewa. Fasilitas ini tidak hanya digunakan untuk acara medis, tetapi juga untuk acara budaya dan politik berskala internasional.
Baca Juga: Sudah Ada Gencatan Senjata, Mengapa AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran?