Menkeu AS Jelaskan Alasan Strategis Trump Ingin Kuasai Greenland



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan bahwa “kelemahan” Eropa membuat penguasaan Greenland oleh Amerika Serikat diperlukan demi stabilitas global.

Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, di tengah kekhawatiran sejumlah anggota parlemen terhadap upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi wilayah Arktik yang saat ini berada di bawah kedaulatan Denmark.

Dalam wawancara di program “Meet the Press” NBC, Bessent mengatakan kepemilikan Greenland sangat krusial dalam “permainan catur geopolitik” melawan Rusia dan China.


Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Trump berjanji akan menerapkan tarif terhadap negara-negara Uni Eropa yang menentang rencana akuisisi AS, termasuk Denmark, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu terkuat Washington.

“Kami adalah negara terkuat di dunia,” ujar Bessent.

“Orang-orang Eropa memproyeksikan kelemahan. Amerika Serikat memproyeksikan kekuatan,” tambahnya.

Baca Juga: Balas Ancaman Trump, Uni Eropa Kaji Tarif Bagi Barang Asal AS Senilai € 93 miliar

Seiring meningkatnya ketegangan dengan Uni Eropa pada Minggu, Bessent mengatakan ia yakin para pemimpin Eropa pada akhirnya akan menerima gagasan penguasaan Greenland oleh AS.

“Saya percaya bahwa orang-orang Eropa akan memahami bahwa ini adalah yang terbaik bagi Greenland, terbaik bagi Eropa, dan terbaik bagi Amerika Serikat,” katanya.

Menteri Keuangan AS itu juga menyebutkan bahwa ia belum membahas kembali dengan Trump apakah presiden masih mempertimbangkan penggunaan kewenangan darurat untuk membenarkan penggunaan kekuatan dalam mengambil alih Greenland.

Namun, langkah tersebut dinilai “konyol” karena tidak ada keadaan darurat di Greenland, kata Senator Rand Paul, Partai Republik dari Kentucky, yang menjabat Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS.

“Gagasan dari menteri bahwa ini untuk mencegah keadaan darurat—sekarang kita mendeklarasikan keadaan darurat untuk mencegah keadaan darurat?” kata Paul, yang selama ini dikenal sebagai penentang keras kebijakan agresif AS di luar negeri, dalam program “Meet the Press”.

Penolakan Bipartisan terhadap Manuver Greenland Trump

Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS dapat mendorong resolusi kewenangan perang untuk membatasi kemampuan Trump menggunakan kekuatan, atau resolusi yang menantang penggunaan tarif, ujar Senator Tim Kaine, Partai Demokrat dari Virginia, dalam wawancara yang sama.

Paul bukan satu-satunya politisi Partai Republik yang menantang presidennya pada Minggu. Anggota DPR AS Mike Turner, Partai Republik dari Ohio, mengatakan manuver tarif tersebut berpotensi mengancam hubungan dengan para sekutu NATO.

“Ini bukan The Art of the Deal,” kata Turner dalam program “Face the Nation” CBS, merujuk pada judul buku Trump tahun 1987. “Ini lebih mirip The Dating Game. … Ini jelas bukan jenis bahasa yang seharusnya digunakan seseorang ketika meminta pihak lain untuk bergabung dalam sebuah kemitraan.”

Namun, Senator Partai Republik dari Texas John Cornyn menilai ancaman tarif Trump sebagai taktik negosiasi.

“Terkadang dia percaya pada ambiguitas strategis dan berbicara dengan cara yang menarik perhatian orang, tetapi pada akhirnya saya pikir ada kesepakatan yang bisa dibuat,” kata Cornyn dalam program “Fox News Sunday”.

Baca Juga: Trump Tegaskan Akan Singkirkan Ancaman Rusia dari Greenland

Sejumlah anggota parlemen lain, termasuk Senator Chris Van Hollen, Partai Demokrat dari Maryland, dan Senator Ted Cruz, Partai Republik dari Texas, menyoroti sumber daya alam Greenland sebagai potensi motivasi di balik rencana akuisisi, meski keduanya berbeda pandangan soal apakah Trump telah menyampaikan argumen yang kredibel bagi AS untuk menyerap wilayah tersebut.

Cruz, dalam program “Sunday Morning Futures” Fox News, menyebut mineral Greenland sebagai salah satu “manfaat ekonomi yang sangat besar” dari akuisisi, di samping lokasi strategisnya. “Sangat jelas bahwa kepentingan Amerika Serikat akan diuntungkan dengan mengakuisisi Greenland,” ujar Cruz.

Sementara itu, berbicara di program “This Week” ABC News, Van Hollen menuduh Trump tidak jujur terkait nilai keamanan nasional Greenland dan mengatakan presiden hanya peduli pada sumber daya alam wilayah tersebut.

“Presiden berbohong kepada rakyat Amerika ketika mengatakan ini soal keamanan,” kata Van Hollen.

Selanjutnya: Rupiah Melemah, Ekonom Prediksi BI Pertahankan Suku Bunga Acuan pada RDG Januari 2026

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu