Menkeu Purbaya: APBN Masih Kuat, Belum Perlu Diubah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah belum memandang perlu untuk mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dalam waktu dekat.

Pernyataan ini disampaikan merespons berbagai pertanyaan publik dan pelaku pasar terkait stabilitas fiskal di tengah tekanan global.

"Sebelumnya banyak pertanyaan, apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya? Belum," tegas Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Rabu (11/3).


Meski harga minyak mentah sempat menembus US$ 100 per barel, rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) secara year to date baru senilai US$ 68,4 per barel, masih di bawah harga ICP dalam asumsi makro APBN 2026.

Baca Juga: ICP Masih di Bawah US$70, Pemerintah Belum Berencana Ubah Asumsi APBN 2026

Purbaya menekankan bahwa meskipun tekanan eksternal sewaktu-waktu bisa meningkat, pemerintah memiliki landasan yang kokoh untuk menghadapinya.

"Kalau ke depan keadaan menekan lagi, kita akan tentunya mengatur APBN, tapi kita semua berawal dari posisi yang kuat APBN-nya," katanya.

Ia pun meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak khawatir berlebihan terhadap kondisi fiskal nasional saat ini.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong optimalisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) sebagai salah satu pilar penopang kinerja sektor energi. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan fiskal nasional ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News