Menkeu Purbaya Beberkan Alasan Copot Dua Dirjen



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait pergantian pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya pada posisi Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu.

Purbaya mengakui, pergantian tersebut sebagian berkaitan dengan dinamika internal, termasuk munculnya informasi yang dinilai tidak akurat terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Iya dan tidak, iya ada sedikit tapi tidak itu saja, ada yang lain-lain,” ujar Purbaya saat ditemui awak media di BPPK Jakarta, Jumat (24/4/2026).


Ia menyoroti adanya sejumlah informasi yang beredar berasal dari internal kementerian yang dinilai dapat menyesatkan persepsi publik. Salah satunya adalah kabar bahwa kondisi kas negara hanya cukup untuk beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Purbaya Akui Ada Konflik Internal dalam Pencopotan Dua Dirjen di Kemenkeu

“Yang jelas selalu ada berita dari sini, kementerian keuangan yang keluar. Pertama, uang cuma tiga minggu habis, sekarang Rp 120 triliun saja sisanya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Purbaya juga menyinggung adanya informasi internal lain yang dinilai tidak tepat, termasuk isu terkait kapasitas Menteri Keuangan dalam berkomunikasi dengan investor.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi karena berpotensi menurunkan kredibilitas pemerintah di mata publik maupun pelaku pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menegaskan bahwa perbedaan pendapat di internal merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi penyampaian data yang tidak konsisten ke publik.

“Kalau perbedaan pendapat tidak apa-apa. Marah-marahan juga tidak apa-apa. Tapi kalau keluar angka berbeda itu misleading,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyebaran informasi yang tidak akurat, seperti klaim bahwa APBN hanya mampu bertahan tiga minggu, dapat berdampak serius terhadap kepercayaan publik.

“Ketika ada misinformasi seperti itu, menurunkan kredibilitas pemerintah juga, jadi harus dirapihkan,” tegas Purbaya.

Meski demikian, saat meminta penegasan kembali, apakah faktor tersebut menjadi alasan utama pergantian pejabat, Purbaya menyebut hanya ada sedikit keterkaitan.

“Ya mungkin ada sedikit,” katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan menunjuk Sudarto sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal Anggaran. Sementara itu, posisi Plh. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal diisi oleh Ferry Ardianto.

Pergantian ini dilakukan di tengah upaya pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan memastikan komunikasi kebijakan tetap konsisten di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Survei Kadin: Sentimen Bisnis Kuartal I-2026 Melemah, Pelaku Usaha Kian Tertekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News