KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kerap di-roasting atau dikritik warganet di TikTok terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Namun ia menegaskan tekanan terhadap sektor keuangan domestik masih dalam batas yang terkendali di tengah dinamika global dan tensi geopolitik yang meningkat. Menurut Purbaya, depresiasi rupiah yang terjadi belakangan ini masih tergolong moderat dan bahkan relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
"Kalau Anda lihat itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, depresiasinya sejak perang (Israel-AS vs Iran), kita lihat terdepresi sebesar 0,3%. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Rabu (11/3).
Baca Juga: Fit and Proper Test OJK, Dicky Kartikoyono Paparkan Strategi Kejar Pertumbuhan 8% Ia menjelaskan, beberapa mata uang negara tetangga justru mengalami pelemahan lebih dalam. Mata uang Malaysia tercatat melemah sekitar 0,5%, sementara Thailand sekitar 1,6%. Karena itu, menurut dia, penilaian terhadap kondisi rupiah seharusnya tidak hanya dilihat dari level kurs semata, tetapi juga dari besarnya tekanan atau pelemahan yang terjadi dibandingkan negara lain. “Jadi bukan lihat levelnya saja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Dari situ sih kita masih lumayan," katanya. Purbaya bahkan bercerita bahwa di media sosial, khususnya TikTok, ia sering mendapat komentar pedas dari warganet yang menyalahkan pemerintah atas pergerakan rupiah. "Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa saja lu, tuh rupiah lihatin," ujarnya sambil menirukan komentar netizen. Meski demikian, Purbaya menilai kondisi rupiah saat ini masih menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia berada di jalur yang tepat. Ia menekankan bahwa stabilitas relatif rupiah mencerminkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia serta koordinasi kebijakan yang baik antara otoritas fiskal dan moneter.
"Kita menilai harus dengan fair, apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa. Kita masih oke," kata Purbaya. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menilai kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dijalankan secara hati-hati dan kredibel, sehingga fondasi ekonomi nasional tetap terjaga di tengah gejolak global.
Baca Juga: Fit and Proper Test OJK, Dicky Kartikoyono Paparkan Strategi Kejar Pertumbuhan 8% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News