Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil, Siapkan Efisiensi Anggaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik dalam waktu dekat meski harga minyak dunia terus meningkat. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, APBN saat ini masih cukup kuat untuk menahan gejolak global.

“APBN kita masih tahan. Saya tidak akan ubah APBN atau subsidi BBM sampai titik harga minyak benar-benar sangat tinggi,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026). 


Dengan asumsi harga minyak saat ini, ketahanan fiskal Indonesia diperkirakan masih terjaga hingga akhir tahun. 

Baca Juga: Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran

Pemerintah telah melakukan berbagai simulasi risiko lonjakan harga energi, termasuk skenario harga minyak naik hingga US$ 97 per barel dari asumsi APBN US$ 70 per barel. 

Purbaya menekankan, pemerintah memiliki instrumen untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% dari PDB, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga efisiensi belanja.

Salah satu langkah efisiensi yang disiapkan adalah penghematan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pemerintah mempertimbangkan pengurangan hari pelaksanaan program dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan, inisiatif yang datang dari Kepala Badan Gizi Nasional. 

Purbaya menyebut efisiensi ini dapat menghemat sekitar Rp 40 triliun. "Yang penting efisiensi ada, dan anak sekolah tetap bisa makan cukup," tegasnya.

Baca Juga: Dompet Aman Sampai Lebaran: Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik!

Selain MBG, pemerintah juga menyiapkan skema efisiensi merata di seluruh kementerian dan lembaga. 

Upaya ini termasuk meningkatkan penerimaan dari sektor komoditas, penyesuaian kebijakan bea ekspor, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi agar penerimaan pajak meningkat.

Purbaya menepis kekhawatiran Indonesia menghadapi kondisi darurat energi. 

Menurutnya, krisis energi lebih berkaitan dengan gangguan pasokan, sementara suplai saat ini masih tersedia. Struktur ekonomi Indonesia yang didominasi sektor swasta juga menjadi penopang penting, di mana belanja pemerintah hanya sekitar 10% dari PDB.

Baca Juga: Purbaya Belum Berencana Naikkan Harga BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Harga Minyak

“Semua kemungkinan sudah kita hitung. Bantalan fiskal kita masih cukup,” pungkas Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News