KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 dapat mencapai kisaran 5,7%, seiring upaya pemerintah menjaga momentum pemulihan ekonomi. Purbaya menyampaikan, pemerintah masih memiliki ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi pada sisa periode kuartal II, yakni April hingga Juni 2026. “Kita akan dorong ke sana (5,7%). Ini kan April belum habis, masih ada Mei dan Juni. Nanti begitu data April sudah jelas, kita lihat, kita akan kasih dorongan lagi ke ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (34/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi secara cermat sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian stimulus tambahan jika diperlukan.
Baca Juga: Prabowo Genjot Hilirisasi di 13 Wilayah, Tak Hanya Energi dan Mineral Menurutnya, kenaikan harga komoditas tidak serta-merta berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, tergantung pada besaran kenaikan dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat. “Kalau harga naik, nggak otomatis langsung melambat ekonomi. Tergantung berapa naiknya,” jelasnya. Purbaya mencontohkan komoditas minyak kelapa sawit (CPO) yang mengalami kenaikan harga seiring naiknya harga minyak global. Kondisi ini, menurutnya, dapat berdampak pada penyesuaian harga di dalam negeri. Meski demikian, ia menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan kenaikan harga tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat. “Nanti saya pastikan informasi ini ke menteri yang terkait,” katanya. Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pemerintah siap mengambil langkah antisipatif apabila terjadi perlambatan ekonomi, termasuk melalui berbagai instrumen stimulus. “Kalau melambat, saya akan kasih stimulus dari berbagai sisi. Bisa saja
cash money-nya diperbaiki lagi, diperkuat lagi, bisa yang lain,” ujarnya. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mempercepat realisasi belanja kementerian dan lembaga, sehingga likuiditas dapat segera mengalir ke perekonomian.
“Bisa percepat saja belanja-belanja lembaga yang agak lambat sehingga uang masuk ke sistem,” tambahnya. Purbaya memastikan pemerintah akan terus melakukan pemantauan secara hati-hati dan responsif terhadap dinamika ekonomi global maupun domestik guna menjaga pertumbuhan tetap berada pada jalurnya.
Baca Juga: Tak Ada Insentif Fiskal, Purbaya Siapkan Insentif Pembiayaan untuk EBT Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News