Menkeu Purbaya: Pemerintah China Berminat Cari Pendanaan Utang di Pasar Indonesia



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan minat pemerintah China untuk menerbitkan surat utang (global bond) di pasar Indonesia. Minat tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral antara Menkeu kedua negara beberapa waktu lalu.

Menurut Purbaya, pembahasan dengan Menteri Keuangan China berlangsung cukup intens dan mencakup peluang kerja sama pembiayaan dua arah. Salah satunya adalah rencana Indonesia untuk menerbitkan Panda Bond di pasar domestik Maindland China (China Daratan), yang mendapat respons positif.

“Kita diskusi cukup panjang. Kita juga sampaikan keinginan menerbitkan Panda Bond di sana, dan mereka sangat setuju. Biaya di China juga relatif murah, sekitar 2,3%, sehingga bisa menekan cost of capital,” ujarnya saat ditemui Kontan di kantor Kemenkeu, Selasa (21/4/2026).


Baca Juga: Legalisasi Rokok Ilegal Berpotensi Simpan Risiko Jika Tanpa Kejelasan Hukum

Tidak hanya itu, pemerintah China juga menyampaikan minat untuk menerbitkan obligasi mereka di Indonesia. Purbaya menilai hal ini sebagai bentuk hubungan timbal balik yang positif antara kedua negara, sekaligus membuka peluang bagi investor Indonesia untuk berinvestasi di surat utang China.

“China juga bilang, boleh tidak mereka terbitkan bond di Indonesia. Saya bilang boleh, kita timbal balik. Kalau ada investor Indonesia yang mau beli bond China juga dipersilakan,” tambahnya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong diversifikasi sumber pembiayaan global. Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan China yang merupakan mitra dagang terbesar.

Purbaya menambahkan, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi negosiasi pemerintah dalam menarik minat investor global. Dengan membuka peluang kerja sama dengan China, pemerintah dapat meningkatkan daya tawar dalam memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih kompetitif.

Baca Juga: Minat Investor Tinggi, Pemerintah Tambah Porsi Penjualan SR024 Jadi Rp 17,49 Triliun

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah China bahkan mendorong Indonesia untuk masuk ke pasar obligasi domestik mereka melalui penerbitan Panda Bond, berbeda dengan Dim Sum Bond yang diterbitkan di Hong Kong.

Dengan perkembangan ini, pemerintah optimistis kerja sama pembiayaan antara Indonesia dan China akan semakin erat, sekaligus membuka alternatif sumber pendanaan yang lebih murah untuk mendukung pembiayaan APBN ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News