Menkeu Purbaya Sebut Bond Stabilization Fund Belum Perlu Diaktifkan!



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum akan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) karena kondisi pasar obligasi dinilai masih terkendali dan belum memasuki fase krisis.

Purbaya mengatakan pemerintah saat ini lebih memilih menjaga stabilitas pasar surat utang melalui pengelolaan kas negara dan instrumen fiskal yang sudah tersedia.

"Jadi mungkin belum kita aktifkan Bond Stabilization Fund, tapi stabilisasi harga bond dulu saja. Itu beda rupanya," kata Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Senin (11/5/2026).


Baca Juga: Intervensi Yield Pasar SBN dan Rupiah, Purbaya Mau Hidupkan Bond Stabilization Fund

Menurut dia, pemerintah kini fokus melakukan stabilisasi harga obligasi terlebih dahulu tanpa melibatkan skema BSF. 

Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) maupun kas pemerintah untuk menjaga pergerakan pasar obligasi tetap stabil.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengajak PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) maupun Indonesia Investment Authority atau INA dalam pembahasan aktivasi dana stabilisasi obligasi tersebut.

"Belum kita pakai. Kita manage cash aja supaya bondnya lebih stabil. Yang kita pakai bisa SAL, bisa cash kita," katanya.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Pasar Surat Utang, Pemerintah Siapkan Bond Stabilization Fund

Sebelumnya, Purbaya sempat menyampaikan keinginan untuk menghidupkan kembali skema BSF sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas pasar obligasi domestik. 

Dana tersebut disiapkan pemerintah untuk melakukan pembelian kembali (buyback) surat utang negara ketika imbal hasil (yield) mengalami kenaikan tajam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News