Menkeu Purbaya Tepis Kekhawatiran Defisit APBN 2026 Jebol 3% PDB



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I-2026 tetap berada dalam jalur yang sehat.

Defisit APBN per akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76% terhadap produk domestik bruto (PDB), dan dipastikan masih jauh di bawah batas maksimal 3% PDB.

Purbaya mengatakan, angka tersebut menunjukkan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali meskipun sebelumnya sempat muncul kekhawatiran setelah realisasi defisit pada kuartal I-2026 mencapai sekitar 0,9% PDB.


"Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN dijaga dalam batas aman dan terkendali," ujar Purbaya dalam Rapat Banggar DPR RI, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: DPR Setujui RUU Pertanggunjawaban APBN 2025, Purbaya: Pemerintah Perkuat Fiskal

Ia menyinggung reaksi sejumlah pengamat ketika pemerintah merilis realisasi APBN kuartal pertama tahun ini.

Saat itu, menurutnya, sebagian pihak langsung mengasumsikan defisit tahunan akan membengkak jika angka triwulanan diekstrapolasi secara sederhana.

"Semua pengamat panik dan mereka bilang kalau dikali empat jadi 3,6% PDB. Jadi mereka bilang berarti anggaran pasti defisitnya tahun ini 3,6%, lewat dari 3%," katanya.

Purbaya kemudian membandingkan logika tersebut dengan realisasi APBN hingga enam bulan pertama tahun ini.

"Kalau kita pakai cara yang sama sekarang, enam bulan 0,76%, berarti kalau setahun sekitar 1,52%. Harusnya begitu kalau mereka pakai cara yang sama," imbuh Purbaya.

Meski demikian, ia menegaskan perhitungan tersebut tidak dapat digunakan untuk memproyeksikan defisit tahunan secara langsung karena pola belanja pemerintah tidak berlangsung merata sepanjang tahun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Lapor Defisit APBN Semester I-2026 Tembus Rp 196,5 Triliun

"Mungkin sepanjang tahun tidak akan seperti itu hitungannya. Akan lebih tinggi karena ada belanja yang terakumulasi di triwulan kedua. Tapi kita pastikan bahwa anggaran kita tetap terkendali dan defisit akan berada di bawah 3%," kata Purbaya.

Berdasarkan paparan Kementerian Keuangan, hingga semester I-2026 pendapatan negara telah mencapai Rp 1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN, tumbuh 21,4% secara tahunan (year on year/yoy).

Penerimaan perpajakan menyumbang Rp 1.187,8 triliun atau 44,1% dari target, dengan rincian penerimaan pajak sebesar Rp 1.035,7 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp 152 triliun. 

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 271 triliun atau 59% dari target APBN.

Di sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan Rp 1.656 triliun atau 43,1% dari pagu APBN, meningkat 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Baca Juga: Purbaya Pastikan Tak Semua Usulan Tambahan Anggaran Rp 984 Triliun Masuk APBN 2027

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.298,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah terealisasi Rp 357,4 triliun.

Selain itu, keseimbangan primer hingga akhir semester I-2026 mencatat surplus Rp 85,1 triliun, mencerminkan kemampuan pemerintah menjaga kesehatan fiskal di tengah pelaksanaan belanja yang terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News