Menkeu Suahasil Sebut Pasar SBN Tetap Solid di Tengah Tekanan Global



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia masih solid di tengah tekanan dan ketidakpastian pasar keuangan global.

Menurut Suahasil, ketahanan pasar SBN tersebut tidak terlepas dari koordinasi pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

"Pasar SBN kita tetap solid di tengah ketidakpastian global," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).


Ia menjelaskan, salah satu indikator untuk melihat kondisi pasar SBN adalah pergerakan spread atau selisih imbal hasil (yield) SBN terhadap US Treasury (UST) tenor 10 tahun.

Baca Juga: CDS Turun, Yield SBN Tetap Tinggi, Ini Penjelasan Ekonom

Per 15 September 2026, yield SBN rupiah tenor 10 tahun berada di level 7,17%. Sementara itu, spread SBN rupiah tenor 10 tahun terhadap UST 10 tahun berada di sekitar 120 basis poin (bps).

Untuk SBN berdenominasi dolar AS, spread terhadap UST tenor 10 tahun tercatat 97 bps pada September 2026. Posisi tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 76 bps, seiring dengan pergerakan yield di masing-masing negara.

Suahasil juga membandingkan spread Indonesia dengan sejumlah negara emerging market (EM). Per 15 September 2026, spread Indonesia tercatat 217 bps, Filipina 253 bps, Brasil 850 bps, India 207 bps, Afrika Selatan 396 bps, dan Meksiko 452 bps.

Menurut dia, level spread tersebut turut menjadi salah satu faktor yang menjaga minat investor asing terhadap SBN Indonesia.

"Indonesia relatif oke, kita ada spread 217 basis point itu tetap membuat bisa mengundang pemodal asing untuk membeli SBN kita," kata Suahasil.

Baca Juga: Investor Ungkap Harapan ke Menkeu Suahasil, Ini yang Perlu Dicermati

Minat investor juga terlihat dari pasar primer SBN. Berdasarkan paparan Kementerian Keuangan, rasio penawaran terhadap jumlah SUN yang dimenangkan atau bid to cover ratio dalam lelang SUN sepanjang 2026 rata-rata mencapai 1,88 kali.

Sementara itu, rata-rata bid to cover ratio pada lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tercatat lebih tinggi, yakni 2,53 kali.

Dari sisi penerbitan, realisasi SBN hingga periode yang dilaporkan mencapai Rp527,4 triliun.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp431,3 triliun dan telah mencapai sekitar 66% dari target penerbitan SBN tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News