Menko Airlangga Optimistis Ekonomi RI Akan Tumbuh Kuat di Semester II 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat pada semester II 2026.

Keyakinan tersebut didukung realisasi pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 yang mencapai 5,45%, di tengah pertumbuhan ekonomi global yang hanya berada di kisaran 3%.

Airlangga mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan meski perekonomian global menghadapi berbagai tekanan. Ia berharap pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 tidak jauh berbeda dengan capaian pada semester pertama.


"Walaupun berbagai lembaga menilai pertumbuhan global rata-rata 3% sekian, baik IMF maupun World Bank, Indonesia masih mampu tumbuh 5,45%. Kita berharap bahwa menjelang semester kedua, angkanya juga tidak jauh dari angka di semester pertama," ujar Airlangga dalam dalam forum diskusi BIG Dowsnstream Insights 2026 di Graha CIMB Niaga Jakarta Selatan, Selasa (6/102026).

Baca Juga: Airlangga Pertanyakan Penilaian Rating Agency: Defisit & Utang RI Terjaga

Optimisme tersebut sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga internasional yang masih menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% pada tahun ini.

Terbaru, Bank Dunia atau World Bank menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2%, dari proyeksi sebelumnya.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026 yang dirilis Selasa (6/10/2026), Bank Dunia juga memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% pada 2027.

Proyeksi 2026 tersebut naik 0,5 poin persentase dibandingkan perkiraan sebelumnya. Bank Dunia menilai dampak negatif kenaikan harga energi terhadap perekonomian Indonesia tidak separah perkiraan sebelumnya.

Selain itu, aktivitas ekonomi Indonesia dinilai masih ditopang oleh peningkatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan negara, serta subsidi energi.

Airlangga menambahkan, salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional adalah industri pengolahan. Industri pengolahan nonmigas tercatat tumbuh 5,32% dan memberikan kontribusi sebesar 16,83% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

"Kita juga sampaikan bahwa sektor yang mendominasi dan menjadi kontributor terbesar adalah sektor industri pengolahan. Industri nonmigas pun tumbuh 5,32% dan kontribusinya 16,83% terhadap PDB nasional," katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya juga menyampaikan optimisme serupa. Ia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV 2026 masih dapat tumbuh di atas 5,5%.

Optimisme Suahasil muncul setelah OECD pada September 2026 menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2%, dari sebelumnya 4,7%.

"Kita masih lihat bahwa saya yakin di kuartal III, kuartal IV, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5%. Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik," ujar Suahasil, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan 6%, Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi Rp 1.160 Triliun di 2027

Bahkan, pemerintah memiliki target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 6%. Namun, Suahasil mengakui kondisi ekonomi global masih penuh tekanan.

"Kalau aspirasi, aspirasi kita menuju 6%. Kondisi dunianya seperti ini kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia. Tapi sangat resilient," katanya.

Di sisi lain, proyeksi Bank Dunia masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi IMF. Dalam pembaruan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0% pada 2026 dan 5,1% pada 2027.

Dengan capaian pertumbuhan semester I sebesar 5,45% dan dukungan sektor industri pengolahan, pemerintah berharap momentum pertumbuhan ekonomi tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News