KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 perlu direvisi untuk mengakomodasi program pemerintah dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt-peak (GWp). Menurut Airlangga, kebutuhan tambahan energi terbarukan yang tercantum dalam RUPTL masih berada di kisaran 76,5% pada 2034. Angka tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan target pengembangan PLTS hingga 100 GWp yang didorong pemerintah. "Ini RUPTL-nya mesti direvisi. Karena disini kebutuhannya masih sekitar 76,5% di tahun 2034. Padahal Bapak Presiden kemarin mendorong agar dikembangkan proyek, terutama untuk solar panel sebesar 100 gigawatt peak," katanya dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menko Airlangga: RUPTL Perlu Segera Direvisi untuk Kejar PLTS 100 GWp
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 perlu direvisi untuk mengakomodasi program pemerintah dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt-peak (GWp). Menurut Airlangga, kebutuhan tambahan energi terbarukan yang tercantum dalam RUPTL masih berada di kisaran 76,5% pada 2034. Angka tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan target pengembangan PLTS hingga 100 GWp yang didorong pemerintah. "Ini RUPTL-nya mesti direvisi. Karena disini kebutuhannya masih sekitar 76,5% di tahun 2034. Padahal Bapak Presiden kemarin mendorong agar dikembangkan proyek, terutama untuk solar panel sebesar 100 gigawatt peak," katanya dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Selasa (29/9/2026).