Menko Airlangga: Serapan Kredit UMKM Capai Rp 1.539,2 Triliun Hingga September 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Serapan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 1.539,2 triliun dari Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, kredit usaha rakyat (KUR) tercatat sebesar Rp 471,16 triliun, sedangkan kredit UMKM non-KUR mencapai Rp 1.068,04 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KUR menjadi salah satu motor penggerak perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan UMKM masih lebih besar dibandingkan pasokan kredit yang tersedia. Karena itu, pemerintah terus mendorong penyaluran KUR untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.


“Serapan kredit UMKM hingga September 2026 mencapai Rp 1.539 triliun, dan KUR menjadi motor perluasan akses keuangan. Kebutuhan UMKM dipahami lebih besar dari pasokannya dan pertumbuhannya diperkirakan 7,2%,” ujar Airlangga, mengutip siaran langsung kanal YouTube @Perekonomian RI, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: DBS Bantah Rumor Pasar Soal Merger dengan BCA

Airlangga menyebutkan, pemerintah menargetkan total kredit UMKM mencapai Rp 2.400 triliun pada tahun ini. Untuk mendukung penyaluran pembiayaan tersebut, pemerintah telah mendorong alokasi anggaran KUR lebih dari Rp 300 triliun tahun ini.

Hingga Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 265,86 triliun. Pemerintah terus mendorong penyaluran kredit tersebut agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat terpenuhi.

Berdasarkan data dalam paparan Airlangga, total kredit UMKM Rp 1.539,2 triliun tumbuh 2,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 1,62% yoy.

Sementara itu, outstanding KUR mencapai Rp 471,16 triliun pada September 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 3,1 kali lipat dibandingkan posisi 2019.

Porsi KUR terhadap total kredit UMKM juga meningkat dari 14,7% pada 2019 menjadi 30,6% pada September 2026. 

Adapun berdasarkan segmen usaha, kredit usaha menengah mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 3,6% yoy pada September 2026. Disusul kredit usaha mikro yang tumbuh 3,1% yoy dan usaha kecil sebesar 1,6% yoy.

Baca Juga: Bank Mandiri Akan Melepas 20% Saham Inhealth ke IFG Life, Nilainya Rp 570 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News