KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan, akan sulit mempertahankan defisit APBN di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) apabila pemerintah tidak melakukan apabila tidak melakukan efisiensi di tengah gejolak perekonomian global, utamanya di Timur Tengah. Adapun Airlangga membeberkan beberapa skenario dampak dari adanya perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Misalnya berlangsung selama lima bulan, enam bulan, hingga sepuluh bulan, yang masing-masing berdampak pada kenaikan harga minyak. Pada skenario perang terjadi selama enam bulan harga minyak dapat naik hingga sekitar US$ 107 per barel, sebelum kemudian kembali menurun. Sementara pada skenario perang berlangsung hingga sepuluh bulan harga bahkan dapat meningkat hingga US$ 130 per barel dan berada di sekitar US$ 125 per barel pada akhir Desember 2025.
Menko Airlangga: Sulit Pertahankan Defisit di 3% Bila Tak Efisiensi Belanja
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan, akan sulit mempertahankan defisit APBN di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) apabila pemerintah tidak melakukan apabila tidak melakukan efisiensi di tengah gejolak perekonomian global, utamanya di Timur Tengah. Adapun Airlangga membeberkan beberapa skenario dampak dari adanya perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Misalnya berlangsung selama lima bulan, enam bulan, hingga sepuluh bulan, yang masing-masing berdampak pada kenaikan harga minyak. Pada skenario perang terjadi selama enam bulan harga minyak dapat naik hingga sekitar US$ 107 per barel, sebelum kemudian kembali menurun. Sementara pada skenario perang berlangsung hingga sepuluh bulan harga bahkan dapat meningkat hingga US$ 130 per barel dan berada di sekitar US$ 125 per barel pada akhir Desember 2025.