Menko Airlangga Terbang ke Eropa, Kejar Tiket Indonesia Masuk OECD



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam kunjungan kerja strategis ke Paris, Prancis, dan Brussels, Belgia, pada 3–5 Juni 2026. 

Lawatan tersebut difokuskan untuk mempercepat proses keanggotaan Indonesia di Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sekaligus memastikan kelancaran kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa melalui ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).

Di Paris, Airlangga akan menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri OECD 2026 sebagai Ketua Pelaksana Tim Nasional Aksesi OECD.


Baca Juga: Lima Kandidat Berebut Kursi Direktur Utama Antarwaktu TVRI, Ini Daftar Namanya  

Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menandai dua tahun perjalanan menuju keanggotaan OECD sejak menerima Peta Jalan Aksesi pada 2024 dan menyerahkan Dokumen Initial Memorandum pada 2025.

Saat ini, proses aksesi Indonesia telah memasuki tahap tinjauan teknis oleh OECD dan negara-negara anggotanya. 

Tahap tersebut mencakup pengumpulan informasi dan data melalui distribusi kuesioner, pelaksanaan fact-finding mission, hingga penyusunan berbagai studi terkait kebijakan dan regulasi nasional.

Hasil dari rangkaian proses tersebut akan menjadi bahan pembahasan di tingkat komite OECD yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk penyempurnaan kebijakan dan regulasi Indonesia agar selaras dengan standar organisasi tersebut.

Airlangga menjelaskan bahwa proses aksesi OECD melibatkan lebih dari 60 pemangku kepentingan nasional, mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah hingga asosiasi bisnis, serikat pekerja, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil.

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Sepanjang 2026 Diproyeksi Terus Menurun, Ini Pemicunya

"Kita harus memanfaatkan momentum ini agar semakin banyak negara mendukung dan mempercepat keanggotaan Indonesia,” ujar Airlangga, dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjalani proses aksesi OECD. Organisasi tersebut bahkan mencatat tingginya antusiasme negara-negara anggota terhadap pencalonan Indonesia, termasuk melalui berbagai tawaran kerja sama dan bantuan teknis guna memperlancar proses keanggotaan.

Dalam forum OECD, Indonesia juga akan mengangkat agenda hilirisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah industri, memperluas penyerapan tenaga kerja berkualitas, serta memperkuat struktur ekonomi nasional. 

Airlangga dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam sesi yang membahas keseimbangan kebijakan industri dengan prinsip pasar terbuka dan peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga: Prabowo Bentuk Unit Investasi Baru Danantara, Bisa Dapat Suntikan Dana APBN

Selain menghadiri pertemuan multilateral, Airlangga juga akan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan menteri dari sedikitnya delapan negara sahabat, antara lain Australia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Finlandia, dan Thailand. 

Pertemuan juga akan dilakukan dengan Business at OECD (BIAC), kelompok bisnis OECD yang menjadi mitra strategis asosiasi pelaku usaha Indonesia.

Usai agenda di Paris, Airlangga akan melanjutkan kunjungan ke Brussels, Belgia, pada 5 Juni 2026. Di sana, ia dijadwalkan menjadi pembicara dalam Brussels Economic Security Forum (BESF) 2026 dan menggelar pertemuan dengan Komisioner Uni Eropa.

BESF merupakan forum tahunan tingkat tinggi yang membahas isu-isu keamanan ekonomi global dan mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan Uni Eropa, negara anggota, serta mitra internasional untuk mendiskusikan tantangan geoekonomi dunia.

Salah satu agenda utama Indonesia di Brussels adalah mengawal proses ratifikasi I-EU CEPA yang telah disepakati Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. 

Pemerintah berharap perjanjian tersebut dapat segera diberlakukan sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan akses pasar dan penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News