Menko Mahfud MD: Kapasitas Stadion Kanjuruhan 38.000 Panitia Mencetak Tiket 42.000



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya menelusuri akar masalah Tragedi Kajuruhan Malang yang menyebabkan korban meninggal dunia hingga 129 orang.

Presiden Joko Widodo memerintahkan agar Kepolisian, Kementerian Pemuda dan Olah Raga segara mengevaluasi total penyelenggaraan pertandingan hingga sistem keamanan agar Tragedi Malang tidak terulang di daerah lain.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan sudah mendapatkan informasi dari Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo mengenai perkembangan terakhir penanganan tragedi Kanjuruhan Malang ini. 


Baca Juga: Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Tragedi Sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang

"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Nico Afinta (dalam penanganan tragedi Malang). Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan Malang. Pemerintah akan menangani tragedi Kanjuruhan ini dengan baik," kata Mahfud dalam pernyataan tertulis melalui akun Instagramnya, Minggu (2/10) untuk menanggapi dan memberikan update perkembangan penanganan tragedi Kanjuruhan Malang.

Tragedi Malang menjadi perhatian seluruh dunia, karena kerusuhan suporter sepak bola dalam pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Jawa Timur menyebabkan tidak kurang 129 orang meninggal dunia. 

Tragedi Kanjuruhan Malang ini juga menyebabkan sekitar 180 lebih suporter dan aparat keamanan mengalami luka-luka.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan: Menpora, Kapolri dan Ketum PSSI Menuju Malang

Tragedi Kanjuruhan ini menjadi keprihatinan semua pihak mulai dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Puan Maharani, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, dan para pejabat menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas terjadinya korban tragedi Malang.

"Kepada keluarga korban (tragedi Kanjuruhan Malang), kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkoordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan. Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban," terang Mahfud MD.

Pada akun Instagramnya Mahfud juga menyampaikan beberapa fakta sebelum terjadinya pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang menjadi pemicu tragedi Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan 129 orang, Menko Mahud MD: Bukan Bentrok Antarsuporter

"Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan," kata Mahfud. 

Ada dua hal penting yang telah diingatkan oleh aparat keamanan untuk mencegah terjadinya tragedi Malang ini.

Misalnya Pertama, aparat keamanan menyarankan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya ini dilaksanakan pada sore hari, bukan malam hari.

Kedua agar panitia penyelenggara dalam hal ini Arema FC membatasi jumlah penonton agar sesuai dengan kapasitas stadion Kanjuruhan Malang

"Harap disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang," terang Mahfud. 

Baca Juga: Mahfud MD: Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Bukan Bentrok Suporter

Tapi usulan-usulan dari aparat keamanan itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang

"Panitia tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam hari bahkan tiket yang dicetak jumlahnya mencapai 42.000," kata Mahfud MD.

Pada pernyataan tersebut Mahfud juga menegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan Malang bukan bentrok antar supporter Persebaya melawan pendukung Arema FC.  "Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Supporter di lapangan hanya dari pihak Arema FC," katanya. 

Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani Desak Investigasi Total Trategi Stadion Kanjuruhan Malang

Oleh sebab itu, para korban Tragedi Kanjuruhan ini pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. 

"Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter," tandas Mahfud.

Berkaca dari pengalaman pahit tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang ini,  Pemerintah akan terus melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu dan akan terus diperbaiki. 

"Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para supporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Syamsul Azhar