Menlu China Bertemu Jokowi, Bahas Ketahanan Pangan Hingga Proyek Infrastruktur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. 

Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi, Menlu RRT akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Kemudian, pada besok pagi akan melakukan pertemuan High Level Dialogue on the Cooperation Mechanism (HDCM) di Labuan Bajo. Pihak Indonesia dalam pertemuan tersebut akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menlu Retno Marsudi.


Baca Juga: Xi Desak Koordinasi Strategi Militer dan Ekonomi di Laut

Sementara pihak RRT akan dipimpin Menteri Luar Negeri Wang Yi.  Adapun, dalam kunjungan kehormatan tersebut, Jokowi menyampaikan tiga pesan.

Pertama, menyampaikan pentingnya kedua negara meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Jokowi menyoroti volume atau nilai perdagangan kedua negara yang terus meningkat dan lebih seimbang.

Jokowi juga mengharapkan terus dilakukannya pembukaan akses pasar produk Indonesia ke RRT, termasuk penyelesaian protokol untuk impor produk pertanian dan perikanan Indonesia. 

Baca Juga: China Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

"Hal lain masih di dalam bidang kerjasama ekonomi, Bapak Presiden mendorong kerja sama pembangunan di IKN termasuk untuk moda transportasi," ujar Retno di Istana Kepresidenan, Kamis (18/4).

Selain itu, Presiden Jokowi membicarakan mengenai masalah kereta cepat Jakarta-Bandung dan mendorong adanya alih teknologi. Serta perlu percepatan penyelesaian studi kelayakan untuk perpanjangan trase ke Surabaya. 

Indonesia juga mendorong implementasi proyek strategis di kawasan industri Kaltara khususnya untuk investasi di bidang petrokimia.

"Untuk ekonomi, tadi saya sampaikan untuk ekonomi termasuk masalah kereta cepat dan sebagainya besok baru akan dibahas di Labuan Bajo. Tadi saya sampaikan di forum HDCM pak Menko Marves, saya dan dari RRT akan diketuai oleh Menlu Wang," terang Retno.

Baca Juga: Bursa Asia Senin (19/2), Pasar Jepang dan Korea Dibuka Beragam dan Pasar AS Libur

Kedua, Jokowi membahas masalah ketahanan pangan. Kerjasama pertanian dua negara penting untuk ditingkatkan, khususnya untuk padi, hortikultura dan juga durian. Salah satunya adalah mempelajari modeling pertanian RRT.

Ketiga, Jokowi membahas terkait dengan situasi di Timur Tengah. Presiden menekankan tidak ada pihak yang ingin melihat adanya eskalasi. Indonesia terus melakukan komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak termasuk Iran dan Amerika Serikat. 

Di dalam komunikasi tersebut Indonesia menekankan tiga hal. Yakni pentingnya menahan diri, pentingnya terjadi de-eskalasi, dan meminta negara-negara untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghindari terjadinya eskalasi. 

Baca Juga: China: Hubungan Kami dengan AS Terhambat Isu Kemerdekaan Taiwan

Retno mengatakan, dalam isu ini Jokowi menyampaikan keyakinannya bahwa RRT juga akan menggunakan pengaruhnya agar eskalasi dapat dicegah. 

"Dalam diskusi RRT tadi menekankan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui two state solution sama persis dengan posisi Indonesia," kata Retno.

Kedua belah pihak juga sepakat bahwa penyelesaian Palestina harus diselesaikan secara adil melalui two-state solution jika kita ingin melihat stabilitas di Timur Tengah.

"Tadi juga dilakukan Exchanges of Use mengenai dukungan mayoritas negara-negara anggota PBB untuk keanggotaan penuh Palestina di PBB. Di dalam hal ini sekali lagi, posisi Indonesia dan posisi RRT sama, bahwa kita mendukung penuh keanggotaan Palestina di PBB," pungkas Retno.

Seperti diketahui, RRT merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia, dengan volume perdagangan mencapai lebih dari US$ 127 miliar.

RRT juga merupakan salah satu investor asing terbesar dengan nilai investasi lebih dari US$ 7,4 miliar tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli