KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri Meksiko, Juan Ramon de la Fuente, resmi mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan pada Rabu, 1 April 2026. Presiden Claudia Sheinbaum mengumumkan bahwa posisi strategis tersebut kini akan diisi oleh Roberto Velasco, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri untuk Amerika Utara. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui video di platform X, Presiden Sheinbaum menjelaskan bahwa De la Fuente sendiri yang mengajukan permohonan untuk mundur.
“Juan Ramon meminta saya untuk meninggalkan Kementerian Luar Negeri karena alasan kesehatan,” ujar Sheinbaum, seperti dikutip
Reuters. Sebelumnya, De la Fuente sempat mengambil cuti medis pada November lalu untuk menjalani operasi. Kini, ia membutuhkan waktu tambahan untuk menjalani proses rehabilitasi secara optimal. Keputusan ini diambil demi memastikan kondisi kesehatannya pulih sepenuhnya, sekaligus menjaga stabilitas kinerja kementerian di tengah situasi global yang dinamis.
Baca Juga: Trader Vitol John Addison Pensiun, Ini Perannya di Minyak Venezuela Roberto Velasco Dipilih sebagai Pengganti
Sebagai pengganti, nama Roberto Velasco dinilai sebagai sosok yang tepat. Ia memiliki pengalaman panjang dalam urusan diplomasi, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Amerika Utara. Velasco telah menangani hubungan diplomatik Meksiko dengan Amerika Serikat dan Kanada sejak Juni 2020. Awalnya, ia memimpin unit Amerika Utara sebelum kemudian dipercaya menjadi wakil menteri. Jika mendapat persetujuan Senat, Velasco menyatakan komitmennya untuk membela kedaulatan Meksiko, melindungi warga Meksiko di seluruh dunia, serta menjaga kerja sama strategis dengan negara-negara di Amerika Utara dan Amerika Latin.
Baca Juga: Profil Nabil Fahmy, Calon Sekjen Liga Arab Pilihan Negara Arab Terjadi di Momen Krusial Perdagangan
Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Luar Negeri ini terjadi pada waktu yang sangat penting, khususnya dalam konteks hubungan perdagangan regional. Saat ini, tiga negara anggota USMCA, yakni Meksiko, AS, dan Kanada, sedang melakukan peninjauan bersama terhadap perjanjian perdagangan tersebut.
USMCA merupakan perjanjian yang menggantikan NAFTA pada tahun 2020, yang dinegosiasikan ulang pada masa pemerintahan Donald Trump. Perjanjian ini menjadi salah satu fondasi utama perekonomian Meksiko. Atas dasar itu, stabilitas kepemimpinan di sektor diplomasi menjadi krusial untuk menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global.
Baca Juga: CEO Freeport LNG Michael Smith: Perang Iran Bisa Gagalkan Proyek Gas Baru di AS Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News