KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa Washington bisa melihat “garis finish” dalam perang Iran yang kini memasuki minggu kelima, dan AS nantinya harus meninjau kembali hubungan dengan NATO setelah konflik tersebut. “Kita bisa melihat garis finish. Bukan hari ini, bukan besok, tapi itu akan datang,” ujar Rubio dalam program Hannity di Fox News Channel pada Selasa (31/3/2026) dilansir
Reuters.
Baca Juga: Ledakan Chip Dorong Ekspor Korea Selatan ke Level Tertinggi Empat Dekade Perang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel menyerang Iran. Teheran merespons dengan melancarkan serangan balasan ke Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan AS. Serangan gabungan AS-Israel di Iran dan serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi. Konflik ini juga telah mendorong harga minyak naik dan mengguncang pasar global. Rubio menyebut bahwa telah ada pertukaran pesan antara Iran dan AS, dan ada kemungkinan diadakan “pertemuan langsung pada suatu saat” antara kedua belah pihak. “Pesan sedang dipertukarkan, pembicaraan berlangsung. Ada potensi pertemuan langsung di masa depan,” kata Rubio.
Baca Juga: Ekonomi China: Manufaktur Ekspansi 4 Bulan, Tapi Ancaman Inflasi Mengintai! Presiden Donald Trump yang telah menawarkan berbagai timeline dan tujuan perang, mulai dari menggulingkan pemerintahan Iran hingga melemahkan militer dan pengaruh regionalnya mengatakan pada Selasa bahwa AS bisa mengakhiri operasi militernya dalam dua hingga tiga minggu. Rubio juga menegaskan bahwa Washington nantinya harus meninjau kembali hubungan dengan NATO pasca perang Iran.
“Pada akhirnya, itu keputusan yang harus dibuat presiden, dan dia harus membuatnya,” kata Rubio.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik ke US$4.700 Rabu (1/4/2026) Pagi, Dolar AS Melemah “Tapi saya pikir, sayangnya, kita harus menilai ulang apakah aliansi yang selama ini melayani negara ini masih efektif, atau justru menjadi jalan satu arah di mana Amerika hanya bertugas membela Eropa, sementara ketika kita membutuhkan bantuan sekutu, mereka menolak memberikan hak penggunaan pangkalan dan izin penerbangan,” tambahnya, merujuk pada penggunaan pangkalan militer. Para pemimpin Eropa sejauh ini menolak terlibat dalam operasi ofensif terhadap Iran.