Tolak bekerja di Samsung, milih wujudkan mimpi (2)



Semasa duduk di bangku kuliah, Kwon Hyuk Bin juga bekerja perusahaan teknologi raksasa di Korea Selatan, Samsung Electronic. Bekerja di perusahaan besar ternyata tidak membuatnya mengubur mimpi menjadi pengembang gim. Kesempatan untuk bekerja di perusahaan besar justru ia tolak karena Kwon ingin menjadi memproduksi gim sendiri. Pria kelahiran 42 tahun silam ini kemudian memutuskan memulai bisnis dari bawah meski jatuh bangun harus dilaluinya.

Keberhasilan Kwon Hyuk Bin di bisnis gim membuatnya masuk dalam jajaran orang terkaya dunia nomor 40 di bidang teknologi. Hingga 22 November 2016, kekayaan pria berusia 42 tahun ini telah mencapai US$ 4,7 miliar.

Forbes mengungkapkan usaha yang dirintis oleh Kwon berasal dari mimpi masa kecil. Sebelum merintis usaha sendiri, pria ini awalnya sibuk bekerja dengan orang tuanya. Semasa kecil, Kwon memang terbiasa menghabiskan waktu sendiri. Karena itu pula, dirinya menjadi pribadi yang sering bermimpi.


Semasa kecil, Kwon memang sejak kecil ingin menjadi seorang pengembang gim. Inspirasinya berasal dari saat ia memainkan permainan peran alias role playing game (RPG) berjudul Ultima I: The First Age of Darkness keluaran tahun 1981. Gim ini dirilis oleh Electronic Arts (EA). Gim ini dibuat oleh pengembang legendaris Richard Garriot asal Inggris. Kwon dalam artikel Forbes mengaku sangat terpesona atas keberhasilan Garriot. Karena itu, Kwon bertekad keras ingin melakukan hal yang sama dengan Garriot.

Mimpi dan tekad itulah yang membuat Kwon memutuskan untuk memulai pendidikan di Universitas Seoul Sogang. Saat kuliah, ia mengambil kuliah jurusan teknologi informasi. Dirinya memang sangat ingin menjadi programer andal.

Semasa kuliah, Kwon bekerja di perusahaan elektronik terbesar di Korea Selatan, Samsung Electronic. Di perusahaan tersebut, dia ikut dalam program keanggotaan perangkat lunak. Kwon senang bukan kepalang.

Bahkan dia merasa ini adalah hadiah yang tidak ternilai harganya. Kwon menyebut momen tersebut lebih berharga. Pasalnya, dirinya mendapat akses ke koneksi internet super kencang merupakan barang yang sangat mewah di tahun 1990-an.

Editor: Tri Adi