KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia belum menerima bantuan dari negara lain untuk penanganan darurat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak gempa, mulai dari logistik hingga pengungsian. “Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” kata Prasetyo usai upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: BI Rate 5,75% Diprediksi Bertahan hingga November, Ekonom Ungkap Kapan Bunga Naik Menurut Prasetyo, pemerintah hingga saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan darurat masyarakat terdampak gempa di NTT. Ia menyebut kebutuhan logistik dan pengungsian masih dalam penanganan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga telah mulai mengidentifikasi kebutuhan untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap). “Baik kebutuhan logistik, apa pengungsian, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” ujarnya. Dengan kondisi tersebut, pemerintah belum memutuskan untuk menerima bantuan dari negara lain dalam penanganan gempa NTT. Meski demikian, Prasetyo tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari pihak luar. Ia mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan kebutuhan di lapangan terlebih dahulu. “Nanti kita lihat,” kata Prasetyo. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.598 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Senin (17/8/2026) pagi. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, gempa susulan tersebut masih terus dipantau oleh tim BMKG yang telah bergerak ke lokasi terdampak. “Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” kata Faisal sebelum mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). Faisal mengatakan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah Flores, termasuk proses peluruhannya.
Menurut dia, aktivitas gempa susulan diperkirakan akan berangsur meluruh dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kondisi tersebut kemudian dapat menjadi pertimbangan untuk memasuki tahap perbaikan maupun pembangunan kembali bangunan yang terdampak. “Tapi kita terus masih memantau terkait dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan dia akan meluruh sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga: Ekonom Bank Permata Sebut BI Sebaiknya Tetap Tahan BI Rate di 5,75% di RDG Agustus Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News