Mensos Beberkan Alasan Nonaktifkan 13,5 Juta BPI BPJS Kesehatan di Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan penonaktifan 13,5 juta Penerima Bantuan Iuran (BPI) BPJS Kesehatan di tahun 2025 bukan tanpa alasan. 

Gus Ipul menyebut kebijakan ini dilakukan dalam upaya perbaikan data yang dilakukan pemerintah. 

Gus Ipul juga mengatakan dari jumlah 13,5 juta BPI BPJS Kesehatan yang non aktif ini, sebanyak 87.591 orang telah melakukan reaktivasi kembali. 


Baca Juga: Thomas Djiwandono Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Pesan dari Istana

"Jadi tahun 2025 ini sudah kami laksanakan untuk menonaktifkan 13,5 juta yang melakukan reaktivasi 87.000," kata Mensos di DPR RI, Senin (9/2/2026). 

Mensos juga menyebut beberapa lainnya telah berpindah ke segmen mandiri dan ada juga yang kepesertaannya ditanggung oleh Pemerintah Daerah. 

"Jadi artinya ini sebenarnya penonaktifan yang pas, yang tepat," terang Mensos. 

Mensos juga mencontohkan beberapa kasus penonaktifan ini justru memberi kesempatan kepada warna lain yang memang lebih membutuhkan. 

Mensos juga mengklaim telah melakukan reaktifasi otomatis kepada 106 ribu penderita penyakit seirus yang membutuhkan perawatan jangka panjang seperti jantung, kanker hingga gagal ginjal. 

"Itu diaktifkan agar layanan kesehatan tidak terganggu dan dapat melakukan reaktifasi menyusul," jelas Mensos. 

Selanjutnya: OJK Perkuat Integritas Industri PVML Lewat Penguatan Tim Penilai Fit and Proper Test

Menarik Dibaca: 793.681 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual, Ini 10 Relasi Favorit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News