Mentan Copot 14 Pegawai Kementan, Diduga Rugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) dari jabatannya.

Pencopotan tersebut dilakukan setelah adanya dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan uang dan berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.

Amran mengatakan, 14 pegawai yang dicopot terdiri dari pejabat eselon I, eselon II, hingga eselon III. Mereka untuk sementara tidak diberikan jabatan atau nonjob sembari menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementan.


“Hari ini kami melantik 30 lebih eselon II. Kami lantik, ini penyegaran dan hukuman. Ada 14 kami copot, ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi jabatan sementara diperiksa,” ujar Amran usai pelantikan pejabat Kementan, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Rupiah Menguat Menjadi Rp 17.827 per Dolar AS, Pasar Nantikan Sinyal The Fed

Amran menegaskan, pencopotan tersebut belum berarti ke-14 pegawai tersebut terbukti melakukan pelanggaran. Pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan dugaan penyimpangan yang ditemukan.

Menurut Amran, dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan uang dengan nilai yang mencapai miliaran rupiah. Namun, dia belum merinci bentuk penyimpangan maupun jumlah pasti potensi kerugian negara.

“Pelanggarannya intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya. Ini nilainya nanti total yang jelas miliaran. Saya beri waktu Irjen mengusut sampai paling lambat tiga bulan, kalau bisa satu bulan selesai,” jelasnya.

Amran mengatakan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang merugikan negara, Kementan akan menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kalau ini betul-betul merugikan negara, kami serahkan ke penegak hukum. Kami tindak tegas. Tetapi sebaliknya kalau terbukti dia tidak melakukan apa-apa, kami akan lantik kembali, kami akan promosikan kembali,” tegas Amran.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Proyeksi Sepekan Depan

Dia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem merit dan memperkuat tata kelola di lingkungan Kementan. Menurutnya, setiap pegawai harus tunduk pada sistem dan aturan, bukan semata-mata pada keputusan menteri.

Amran bahkan mengungkapkan bahwa salah satu pegawai yang dicopot merupakan keluarga dekatnya. Meski demikian, dia memastikan keputusan tetap diambil demi kepentingan negara.

“Bahkan di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, merit system,” katanya.

Amran menambahkan, proses pemeriksaan terhadap pegawai Kementan masih akan terus berjalan. Dia tidak menutup kemungkinan adanya pencopotan tambahan apabila dalam pemeriksaan berikutnya ditemukan dugaan pelanggaran.

Baca Juga: Saham Pemilik Waralaba Texas (CSMI) Melejit, Rugi Bersih Mulai Menyusut

“Masih ada, tetapi didalami dulu. Kalau bersalah, ada dugaan bersalah, copot lagi. Tidak bisa kami, itu perintah Presiden dan kami laporkan ke Bapak Presiden,” tutur Amran.

Dia juga mengingatkan pejabat Kementan yang baru dilantik agar tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta meningkatkan kinerja. “Jangan korupsi, jangan kolusi, nepotisme nggak boleh, tingkatkan kinerja,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News