KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyoroti kesenjangan harga telur ayam di tingkat peternak dan konsumen. Harga telur di tingkat peternak berkisar Rp 20.000–Rp 21.000 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat konsumen mencapai Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Perbedaan harga tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dinilai menunjukkan adanya anomali dalam rantai distribusi pangan. Padahal, menurut Amran, pasokan telur ayam di dalam negeri dalam kondisi surplus, bahkan produksinya telah mendukung ekspor. “Telur ayam juga surplus, bahkan ekspor. Nah, hanya ada masalah di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp 20.000–Rp 21.000. Harusnya Rp 26.000 dan Rp 30.000 . Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp 40.000-Rp 45.000,” ujar Amran usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (26/10/2026).
Mentan Soroti Anomali Harga Telur, Peternak Tertekan dan Konsumen Bayar Mahal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyoroti kesenjangan harga telur ayam di tingkat peternak dan konsumen. Harga telur di tingkat peternak berkisar Rp 20.000–Rp 21.000 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat konsumen mencapai Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Perbedaan harga tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dinilai menunjukkan adanya anomali dalam rantai distribusi pangan. Padahal, menurut Amran, pasokan telur ayam di dalam negeri dalam kondisi surplus, bahkan produksinya telah mendukung ekspor. “Telur ayam juga surplus, bahkan ekspor. Nah, hanya ada masalah di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp 20.000–Rp 21.000. Harusnya Rp 26.000 dan Rp 30.000 . Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp 40.000-Rp 45.000,” ujar Amran usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (26/10/2026).