KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pihaknya menemukan beras fortifikasi yang dijual tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Temuan ini berpotensi merugikan konsumen hingga mencapai Rp 71,9 triliun. Diketahui, beras fortifikasi adalah beras biasa yang sengaja dicampur dengan butiran beras khusus kaya vitamin dan mineral (seperti zat besi, asam folat, zinc, serta vitamin B1, B3, dan B12) untuk meningkatkan nilai gizi guna mencegah stunting dan kurang gizi. Amran menegaskan bahwa produksi beras fortifikasi memiliki standar khusus yakni setiap 100 gram beras fortifikasi wajib mengandung vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25 hingga 0,38 miligram, vitamin B12 1,0 hingga 1,5 mikrogram, zat besi 3,50 hingga 5,25 miligram, dan seng 3,0 hingga 4,5 miligram, dengan rasio pencampuran kernel fortifikan terhadap beras sosoh minimal 1 persen.
Mentan Temukan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Ancam Cabut Izin Produsen Nakal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pihaknya menemukan beras fortifikasi yang dijual tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Temuan ini berpotensi merugikan konsumen hingga mencapai Rp 71,9 triliun. Diketahui, beras fortifikasi adalah beras biasa yang sengaja dicampur dengan butiran beras khusus kaya vitamin dan mineral (seperti zat besi, asam folat, zinc, serta vitamin B1, B3, dan B12) untuk meningkatkan nilai gizi guna mencegah stunting dan kurang gizi. Amran menegaskan bahwa produksi beras fortifikasi memiliki standar khusus yakni setiap 100 gram beras fortifikasi wajib mengandung vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25 hingga 0,38 miligram, vitamin B12 1,0 hingga 1,5 mikrogram, zat besi 3,50 hingga 5,25 miligram, dan seng 3,0 hingga 4,5 miligram, dengan rasio pencampuran kernel fortifikan terhadap beras sosoh minimal 1 persen.
TAG: