KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 56 triliun. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sedikitnya 15 merek beras fortifikasi ditemukan tidak memenuhi standar dan diduga menjadi modus baru praktik mafia pangan. Menurut Amran, penyimpangan tersebut menyebabkan kerugian negara karena proses produksi beras tersebut memperoleh berbagai bentuk subsidi dari pemerintah. Dari total anggaran subsidi pangan sebesar Rp 164 triliun pada 2026, potensi subsidi yang melekat pada peredaran beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp 56 triliun. “Ini barang subsidi. Produksinya mendapat subsidi pupuk, irigasi, listrik, BBM, benih, traktor, dan lain-lain. Sudah barang subsidi, dipakai menipu pula rakyat. Ini kejam,” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jum’at (31/7/2026).
Mentan Ungkap Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Potensi Rugikan Negara Rp 56 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 56 triliun. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sedikitnya 15 merek beras fortifikasi ditemukan tidak memenuhi standar dan diduga menjadi modus baru praktik mafia pangan. Menurut Amran, penyimpangan tersebut menyebabkan kerugian negara karena proses produksi beras tersebut memperoleh berbagai bentuk subsidi dari pemerintah. Dari total anggaran subsidi pangan sebesar Rp 164 triliun pada 2026, potensi subsidi yang melekat pada peredaran beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp 56 triliun. “Ini barang subsidi. Produksinya mendapat subsidi pupuk, irigasi, listrik, BBM, benih, traktor, dan lain-lain. Sudah barang subsidi, dipakai menipu pula rakyat. Ini kejam,” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jum’at (31/7/2026).
TAG:
- Andi Amran Sulaiman
- beras
- Mentan
- Menteri Pertanian Mentan H Andi Amran Sulaiman
- Pencabutan Izin
- kerugian negara
- Stunting Anak Indonesia
- subsidi pertanian
- Beras fortifikasi
- Mafia pangan
- Harga beras tinggi
- Stunting anak
- Konsumen dirugikan
- Pemerintah anti mafia
- mafia pangan Indonesia
- beras fortifikasi subsidi
- kerugian negara triliun
- harga beras mahal
- sanksi pencabutan izin
- praktik beras premium
- kementan periksa beras
- konsumsi beras bergizi
- penyalahgunaan subsidi pangan