Menteri Bahlil Mengungkap Potensi Danantara Membeli Gas Masela Melalui PGN



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut adanya potensi pembelian gas dari pengembangan Blok Migas Masela oleh Danantara melalui Perusahaan Gas Negara (PGN) atau PGAS.

Untuk diketahui, saat ini Blok Masela digarap oleh Inpex Masela Ltd (Jepang) selaku operator dengan hak partisipasi 65%, bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Masela (20%) dan Petronas Masela (15%).

“Saya minta untuk kalau seandainya market di luar belum clear itu dibeli semua oleh Danantara dalam hal ini PGN supaya kita memperkuat hilirisasi dalam negeri,” ungkap Bahlil dalam keterangan persnya kepada awak media di Tokyo, Senin, (30/03/2026).


Baca Juga: Dorong Transisi Energi dan Percepatan Blok Masela, RI Hasilkan Komitmen dengan Jepang

Menurut Bahlil, jika produksi dari Blok Masela berjalan, maka ketahanan energi Indonesia di sektor migas dinilai akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas besar di dunia. 

“Blok Masela ini kan sudah 27 tahun dikuasai konsesinya dan kita masih ingat 5-10 tahun lalu perdebatannya adalah antara di laut atau di darat. Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai total project-nya US$ 20,9 miliar karena dia tambah CCS US$1 miliar di POD nya itu US$ 20 miliar,” jelas Bahlil.

Selain Blok Masela, di sektor energi, Bahlil juga menyebut terdapat komitmen dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan. Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian global.

“Memang kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong,” ujarnya.

Baca Juga: Penjualan Superior Prima Sukses (BLES) Naik 2,73% Tapi Laba Ambles 47,63% pada 2025

Sebelumnya dalam catatan Kontan, terkait target pasar, Presiden & CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, menegaskan bahwa produksi Liquified Natural Gas (LNG) dari proyek Blok Abadi Masela tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga ditujukan ke pasar ekspor Asia.

Hal ini disampaikan Ueda saat peresmian fase Front End Engineering Design (FEED) Proyek LNG Abadi yang digelar bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

“Permintaan (LNG) memang ada, baik di Indonesia maupun di Asia,” jelas Ueda.

Untuk pasar ekspor, Ueda menyebut Jepang sebagai negara asal Inpex merupakan prioritas penerima, di samping itu terdapat pula permintaan dari China, Korea dan Taiwan.

“Kami memahami bahwa terdapat beragam kebutuhan di Indonesia seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi di negara ini, dan hal tersebut menjadi potensi pelanggan pertama kami. Kedua, tentu saja Jepang. Kita tahu bahwa Jepang membutuhkan pasokan energi yang stabil,” lanjutnya.

PGN dengan Inpex Masela telah menandatangani Heads of Agreement (HOA) atau dokumen pra kontrak untuk penjualan Liquefied Natural Gas (LNG) dari proyek Blok Masela pada akhir Mei 2025 lalu.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko mengatakan, PGN mengapresiasi pemerintah atas dukungan yang berkesinambungan untuk pemenuhan gas bumi domestik.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) Tumbuh Dua Digit pada 2025

Terlaksananya HOA dengan Inpex Masela memberikan kepastian pemanfaatan gas dari proyek strategis, Blok Masela.

Menurut Arief, optimalisasi pemanfaatan gas dari Blok Masela sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah, BUMN, serta badan swasta dalam maupun luar negeri berkolaborasi untuk mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. 

“PGN akan memanfaatkan LNG Blok Masela sebagai pelengkap pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan di domestik. Pasokan gas dari Blok Masela diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen PGN untuk terus menyediakan gas bumi bagi pelanggan,” terang Arief dalam keterangan resmi, Kamis (22/5/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News