JAKARTA. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) akan memprioritaskan pembangunan akses ekonomi pedesaan di wilayah daerah tertinggal dan transmigrasi. Dengan perbaikan jalur itu, maka hasil unggulan desa bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Potensi ekonomi masyarakat desa, sebenarnya sudah mampu menguasai pasar di perkotaan. Namun selama ini belum digarap maksimal. Dari terhambat soal infrastruktur, hingga belum dimaksimalkan secara market,” ujar Menteri Desa Marwan Jafar dalam siaran pers, Kamis, (12/2). Selama ini arah kebijakan kesenjangan pembangunan antar wilayah masih terkonsentrasi di Jawa, Bali, dan Sumatera. Namun pada era pemerintahan sekarang yang tertuang dalam Nawa Cita dan Nawa Kerja, akan dilakukan keberpihakan pemerintah dalam pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Menteri Desa prioritaskan pembangunan akses desa
JAKARTA. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) akan memprioritaskan pembangunan akses ekonomi pedesaan di wilayah daerah tertinggal dan transmigrasi. Dengan perbaikan jalur itu, maka hasil unggulan desa bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Potensi ekonomi masyarakat desa, sebenarnya sudah mampu menguasai pasar di perkotaan. Namun selama ini belum digarap maksimal. Dari terhambat soal infrastruktur, hingga belum dimaksimalkan secara market,” ujar Menteri Desa Marwan Jafar dalam siaran pers, Kamis, (12/2). Selama ini arah kebijakan kesenjangan pembangunan antar wilayah masih terkonsentrasi di Jawa, Bali, dan Sumatera. Namun pada era pemerintahan sekarang yang tertuang dalam Nawa Cita dan Nawa Kerja, akan dilakukan keberpihakan pemerintah dalam pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI).