Menteri Energi AS: Hasil Penjualan Minyak Venezuela Tidak Lagi Disalurkan Lewat Qatar



KONTAN.CO.ID - TEXAS. Hasil penjualan minyak Venezuela tidak lagi disalurkan melalui rekening dana di Qatar dan langsung masuk ke rekening yang dikelola oleh AS. 

Mengutip Reuters, Jumat (27/22026), Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan bahwa Departemen Keuangan AS telah mengambil alih kendali ekspor minyak Venezuela.

Setelah pasukan AS menangkap dan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari jabatannya pada bulan Januari, AS telah mengendalikan ekspor minyak negara itu dalam kesepakatan penting antara Caracas dan Washington.


Hasilnya semula disimpan di rekening di Qatar untuk melindunginya dari penyitaan.

Baca Juga: AS Berupaya Menyita Kapal Tanker dan 1,8 Juta Barel Minyak Mentah Venezuela

Pengalihan jalur ini mengikuti perintah eksekutif AS yang dikeluarkan bulan lalu untuk melindungi hasil tersebut dari kreditor yang berupaya menyita uang Venezuela, kata Wright kepada wartawan di Texas, karena utang yang tertunggak kepada pemegang obligasi, mantan mitra bisnis, dan perusahaan yang disita terus menumpuk.

Wright menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump saat ini tidak berencana untuk mengunjungi Venezuela, "tetapi itu tentu saja kemungkinan yang sangat nyata."

Awal bulan ini, Wright menjadi pejabat AS berpangkat tertinggi yang mengunjungi negara itu dalam beberapa tahun terakhir, di mana ia mendesak perusahaan-perusahaan Amerika untuk berinvestasi dan merevitalisasi industri energi Venezuela yang sudah usang.

"Pendapatan dari minyak mentah Venezuela diperkirakan akan mencapai US$ 2 miliar dalam beberapa hari mendatang, kata Wright. 

Pemerintahan Trump mengatakan bahwa uang tersebut akan diawasi oleh AS tetapi digunakan untuk kepentingan warga Venezuela.

Baca Juga: OpenAI Galang Pendanaan Jumbo US$110 Miliar, Valuasi Berpotensi Tembus US$840 Miliar

Wright mengatakan bahwa pemerintah Venezuela mempresentasikan rencana investasi selama kunjungannya bulan lalu yang mencakup perbaikan jaringan listrik negara tersebut.

Pemerintah juga baru-baru ini membeli sejumlah besar perlengkapan medis dari AS, katanya.

"Kemampuan mereka untuk menghasilkan listrik telah runtuh selama 20 tahun terakhir, tetapi mereka memiliki aset yang ada yang dapat mereka perbaiki, dan mereka memang berencana untuk mengeluarkan uang untuk melakukan itu," tambah Wright. Disunting oleh Marianna Parraga, Hugh Lawson dan Nivedita Bhattacharjee)