Menteri ESDM Dorong Penyediaan Energi Hijau untuk industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong peningkatan penyediaan energi hijau untuk sektor industri. Menurutnya, kebutuhan akan energi yang lebih ramah lingkungan menjadi isu utama global dalam beberapa tahun belakangan, sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) mutlak dilakukan.

Selain itu, Indonesia dinilai memiliki beragam potensi EBT sehingga harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kita tidak bisa terus bergantung kepada energi fosil seperti minyak bumi dan batubara, karena pembangunan pembangkit batubara akan sulit mendapatkan dukungan finansial dan kebutuhan dari industri dekade berikutnya adalah produk berbasis green," kata Arifin dalam keterangan resmi, Senin (14/11).


Arifin menjelaskan sejumlah potensi EBT di Indonesia akan menjadi sumber energi yang sangat penting ke depannya, seperti kelapa sawit dan tebu yang bisa diolah menjadi bioetanol maupun campuran untuk biodiesel. Hal tersebut bukanlah hal mustahil, mengingat Indonesia memiliki tanah yang sangat luas untuk dijadikan perkebunan.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Pengurangan Emisi Karbon Hingga 32% pada 2030

Potensi EBT lainnya, sambung Arifin, pada lokasi-lokasi tertentu sudah ditemukan sumber energi dari matahari dimana pada titik tersebut level radiasi sangat tinggi, dan bisa menjadi lokasi yang sangat tepat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Lebih lanjut, Arifin mengatakan bahwa potensi EBT lainnya yaitu panas bumi, dimana Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 24 GW. 

"Panas bumi salah satu pembangkit yang penting untuk mendukung sumber energi lain yang bersifat intermitten," imbuh Arifin.

Potensi lainnya yaitu air. Arifin menuturkan bahwa air salah satu sumber EBT yang memiliki kontribusi yang sangat besar bagi kelistrikan di Indonesia.

Sementara potensi yang terakhir adalah energi angin, dimana Arifin mengatakan bahwa ada potensi besar untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Selatan Jawa dan mengarah ke Timur Selat Makassar, hingga Papua.

Baca Juga: Produksi Batubara Nasional Tahun Depan 694 Juta Ton

Potensi-potensi tersebut, adalah hasil penelitian antara pemerintah dengan para akademisi.

"Universitas-universitas di Indonesia bergabung dalam grup-grup untuk melakukan studi untuk mengidentifikasi dan mengukur potensi sumber listrik apa yang bisa diproduksi pada daerah-daerah di Indonesia," tandas Arifin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi