KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi kebijakan makroekonomi untuk menghadapi risiko eksternal serta menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan kawasan Asia-Pasifik. Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Keuangan China Lan Foan pada Rabu (21/10/2026), setelah pertemuan para menteri keuangan negara anggota APEC. “Semua anggota sepakat bahwa kita harus meningkatkan ketahanan kebijakan makroekonomi,” ujar Lan setelah pertemuan tersebut.
Lan mengatakan, para menteri juga sepakat memperkuat sistem fiskal dan keuangan agar lebih mampu menghadapi ketidakpastian serta menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan regional. Selain koordinasi kebijakan ekonomi, pertemuan tersebut membahas peluang pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi baru lainnya untuk meningkatkan produktivitas serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Baca Juga: Penjualan Domino’s Pizza Naik 2,3% pada Kuartal III 2026 Pertemuan itu juga menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait kebijakan fiskal yang mendukung rumah tangga, pembiayaan infrastruktur digital, perluasan akses dan peluang di sektor keuangan, serta pertukaran pengetahuan bagi para profesional keuangan muda. Lan menilai dukungan bagi rumah tangga dan investasi pada sumber daya manusia dapat mendorong konsumsi rumah tangga, permintaan domestik, serta produktivitas. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap perlu menjaga disiplin fiskal dan memastikan keberlanjutan keuangan publik.
APEC Dorong Pembiayaan Infrastruktur Digital
Secara terpisah, para menteri keuangan APEC merilis pernyataan kebijakan mengenai pembiayaan infrastruktur digital di kawasan Asia-Pasifik. Inisiatif ini ditujukan untuk mendukung perdagangan regional, meningkatkan konektivitas ekonomi, dan memperluas peluang ekonomi. Dalam pernyataan tersebut, negara-negara anggota didorong mengembangkan infrastruktur digital yang andal, mudah diakses, dapat diperluas, tepercaya, aman, dan tangguh. “Kami mendorong negara-negara anggota untuk mengembangkan infrastruktur digital yang andal, mudah diakses, dapat diperluas, tepercaya, aman, dan tangguh; meningkatkan literasi dan keterampilan digital; mendorong interoperabilitas; serta memperkuat konektivitas digital lintas batas guna mempercepat transformasi digital di kawasan Asia-Pasifik,” demikian pernyataan tersebut. Para menteri juga mendorong peningkatan kolaborasi antara sektor publik, sektor swasta, dan bank pembangunan multilateral untuk memperkuat inovasi sekaligus memitigasi risiko. Pemerintah diharapkan menciptakan lingkungan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan infrastruktur digital. Sementara itu, perusahaan swasta diharapkan menyediakan modal dan mengembangkan metode pembiayaan baru.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1%, Brent Tembus US$ 110 per Barel Adapun bank pembangunan multilateral diharapkan berperan dalam mempersiapkan proyek serta menarik investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital di kawasan.
APEC Waspadai Risiko Pertumbuhan Global dan Produktivitas AI
Wakil Menteri Keuangan Kedua Singapura Jeffrey Siow mengatakan, pertumbuhan ekonomi global menghadapi sejumlah risiko. Tantangan tersebut mencakup konflik berkepanjangan, fragmentasi geopolitik yang semakin memburuk, serta peningkatan produktivitas dari AI yang berpotensi tidak memenuhi ekspektasi. Menurut Siow, APEC dapat membantu usaha kecil dan menengah memanfaatkan teknologi AI secara lebih luas dengan mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan lembaga pelatihan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelaku usaha terhadap teknologi sekaligus meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengadopsinya.