JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku malu apabila Indonesia harus mengimpor jeroan. Pasalnya, di pasar luar negeri, jeroan diperdagangkan sebagai makanan untuk hewan. "Soal jeroan, sebagai Menteri Perdagangan saya malu juga kalau harus impor jeroan. Sementara negara yang ekspor jeroan itu bukan untuk konsumsi manusia namun untuk konsumen hewan. Bagaimana kita mau mengimpor coba," ujar Rachmat Gobel di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (3/2). Ia mengatakan, Kemendag akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait impor jeroan itu. Bahkan, Rachmat juga akan bekerjasama agar Indonesia tak lagi mengimpor jeroan.
Menteri Perdagangan malu RI impor jeroan
JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku malu apabila Indonesia harus mengimpor jeroan. Pasalnya, di pasar luar negeri, jeroan diperdagangkan sebagai makanan untuk hewan. "Soal jeroan, sebagai Menteri Perdagangan saya malu juga kalau harus impor jeroan. Sementara negara yang ekspor jeroan itu bukan untuk konsumsi manusia namun untuk konsumen hewan. Bagaimana kita mau mengimpor coba," ujar Rachmat Gobel di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (3/2). Ia mengatakan, Kemendag akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait impor jeroan itu. Bahkan, Rachmat juga akan bekerjasama agar Indonesia tak lagi mengimpor jeroan.