Menteri Perindustrian Korea Selatan Tiba di Washington untuk Bahas Peringatan Tarif



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan tiba di Washington pada Kamis (29/1/2026) dan akan bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick untuk mengklarifikasi posisi Seoul tentang kesepakatan perdagangan Korea-AS yang tertunda.

Menurut laporan Kantor Berita Yonhap yang dilansir Reuters, Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan menaikkan tarif barang-barang Korea Selatan, mengeluh bahwa Seoul belum mengesahkan RUU untuk memberlakukan kesepakatan perdagangan yang disepakati Desember lalu.

Berbicara kepada wartawan di bandara Dulles, Kim mengatakan bahwa ia memahami keluhan Washington berpusat pada penundaan di parlemen Korea Selatan dalam mengesahkan undang-undang kesepakatan perdagangan.


Baca Juga: India Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 6,8%-7,2% pada Tahun Fiskal 2026-2027

"Dari apa yang kami dengar, Amerika Serikat tidak senang dengan proses legislatif domestik," kata Kim seperti dikutip Yonhap.

Para anggota parlemen Korea Selatan dijadwalkan untuk mengadakan sidang parlemen pertama mereka tahun ini pada bulan Februari untuk mengesahkan berbagai RUU, termasuk kesepakatan perdagangan.

Mengutip panggilan telepon yang ia lakukan dengan Lutnick setelah komentar Trump tentang tarif, Kim menambahkan bahwa ia berencana untuk menjelaskan dengan jelas bahwa tidak ada perubahan dalam komitmen pemerintah Korea Selatan terhadap kerja sama dan investasi dengan Amerika Serikat.

Kim juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Menteri Energi AS Chris Wright, menurut siaran pers kementerian.

Dalam unggahan media sosial pada hari Senin, Trump mengatakan akan menaikkan tarif dari 15% menjadi 25% karena Seoul belum memberlakukan undang-undang yang terkait dengan kesepakatan perdagangan, yang menimbulkan kekhawatiran di Seoul.

Pada hari Selasa, ia memberi sinyal nada yang lebih lunak, dengan mengatakan kepada wartawan, "kita akan mencari solusi dengan Korea Selatan," tanpa memberikan rincian.

Baca Juga: Pemerintah AS Terancam Shutdown Lagi, Donald Trump Negosiasi dengan Senat AS

Negosiator perdagangan Trump, Jamieson Greer, mengatakan AS menurunkan tarif menjadi 15% tahun lalu sebagai imbalan atas janji Korea Selatan untuk "menginvestasikan $350 miliar di AS dan memperluas akses pasar," tetapi Seoul belum mengesahkan RUU yang diperlukan.

Para anggota parlemen Korea Selatan menyatakan harapan bahwa RUU tersebut akan disetujui pada bulan Februari, ketika mereka diharapkan mengadakan sidang parlemen pleno. Para pejabat juga menekankan bahwa mereka telah menghubungi AS melalui berbagai saluran untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Menteri Perdagangan Yeo Han-koo juga dijadwalkan berangkat dari Seoul ke Washington pada Kamis malam untuk melakukan pembicaraan dengan Greer.

Selanjutnya: OJK Bakal Lakukan Reformasi Menyeluruh di Pasar Modal Indonesia, Ini 3 Langkahnya

Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Alfamidi Spesial Gajian Periode 29 Januari-1 Februari 2026