ATAMBUA. Menteri Pekerjaan Umum PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono telah menyiapkan dana sebesar Rp 2,2 triliun untuk pengembangan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara Timor Leste, khususnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kawasan perbatasan dari barat sampai utara, dari Motaain sampai Motamasin, menjadi prioritas. Kita akan bongkar semua yang sudah ada dan akan bangun baru. Sehingga akan lebih baik dari seberang (Timor Leste) dan ditargetkan 2018 sudah bisa selesai. Dana disiapkan sebesar Rp 2,2 triliun,” kata Basuki, kepada sejumlah wartawan di Atambua, Belu, Rabu (30/9) kemarin. Dengan dana sebesar itu, kata Basuki, diharapkan pekerjaan kawasan perbatasan dapat diselesaikan dalam waktu cepat. Peran dari semua pihak untuk membantu memantau pelaksanaan jalannya pembangunan itu sangat diperlukan, sehingga pekerjaan ini berjalan dengan lancar dan baik.
Menteri PU akan perbaiki perbatasan dengan Timtim
ATAMBUA. Menteri Pekerjaan Umum PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono telah menyiapkan dana sebesar Rp 2,2 triliun untuk pengembangan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara Timor Leste, khususnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kawasan perbatasan dari barat sampai utara, dari Motaain sampai Motamasin, menjadi prioritas. Kita akan bongkar semua yang sudah ada dan akan bangun baru. Sehingga akan lebih baik dari seberang (Timor Leste) dan ditargetkan 2018 sudah bisa selesai. Dana disiapkan sebesar Rp 2,2 triliun,” kata Basuki, kepada sejumlah wartawan di Atambua, Belu, Rabu (30/9) kemarin. Dengan dana sebesar itu, kata Basuki, diharapkan pekerjaan kawasan perbatasan dapat diselesaikan dalam waktu cepat. Peran dari semua pihak untuk membantu memantau pelaksanaan jalannya pembangunan itu sangat diperlukan, sehingga pekerjaan ini berjalan dengan lancar dan baik.