Menteri Rosan: Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Sudah Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta orang, tumbuh 10,4% secara tahunan (year on year/YoY).

Meski masih mencatatkan pertumbuhan, laju penyerapan tenaga kerja tersebut melambat dibandingkan capaian 2024 yang tumbuh hingga 34,7% YoY dengan jumlah tenaga kerja terserap mencapai 2,46 juta orang.

Perlambatan ini mengindikasikan adanya penurunan dari sisi kualitas investasi. Salah satu indikatornya tercermin dari meningkatnya biaya investasi yang dibutuhkan untuk menyerap satu tenaga kerja.


Baca Juga: Rosan Targetkan Investasi Rp 13.032 Triliun Hingga 2029, Demi Kejar Ekonomi Tumbuh 8%

Berdasarkan perhitungan Kontan, untuk menyerap satu orang tenaga kerja pada 2025 dibutuhkan investasi sekitar Rp 712,48 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang membutuhkan sekitar Rp 673,25 juta per tenaga kerja. Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas investasi menjadi relatif lebih mahal.

Menteri Rosan menegaskan, penyerapan tenaga kerja tetap menjadi indikator paling esensial dalam menilai kualitas investasi yang masuk ke Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp 1.931,2 triliun atau setara 101,3% dari target Rp 1.905,6 triliun.

Baca Juga: Rosan: Investasi Kelapa US$ 100 Juta Berpotensi Cetak 10.000 Lapangan Kerja pada 2026

“Saya sampaikan penyerapan pekerjaan ini adalah yang paling esensial, yang menjadi parameter kami atas investasi yang masuk kurang lebih 2.710.532 orang atau meningkat 10,4% dari tahun sebelumnya,” ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (15/1/2026).

Secara keseluruhan, realisasi investasi sepanjang 2025 tumbuh 12,7% YoY dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 1.714,2 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 1.030,3 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 900,9 triliun.

Baca Juga: Rosan Sebut Proyek Waste to Energy Diminati 240 Investor

Selanjutnya: YLKI Catat Lonjakan Pengaduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Terbanyak

Menarik Dibaca: YLKI Catat Lonjakan Pengaduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Terbanyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News