Menteri Susi isyaratkan lagi akan mundur



JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merupakan menteri yang paling populer dalam setahun kabinet kerja. 

Namun, menteri nyentrik asal Pangandaran Jawa Barat itu justru memberikan isyarat akan segera mundur dari jabatanya. 

"Hari ini saya sangat gembira, Sekjen dan Dirjen semangatnya luar biasa. Saya yakin saya tidak perlu lama-lama di KKP. Saya lihat karyawan KKP sudah punya semangat dan integrity. Itu modal utama. Sekjen siapkan infrastrukturnya. Kita ubah accountability dengan assestment-nya," ujar Susi dalam pidatonya diacara Satu Tahun Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (30/10). 


Susi mempersilakan wartawan untuk lebih banyak menanyakan berbagai persoalan di KKP kepada para Dirjen-dirjen, jangan lagi kepada dirinya. 

"KKP bukan cuma Susi. Wartawan harus mulai mau bicara dan ganggu Dirjen-dirjen, jangan cuma saya. Dirjen pun harus mulai diganggu dan dikejar-kejar wartawan. Nanti saya sebentar lagi sudah tidak, ya satu sampai dua bulan lagi, silakan tanya dirjen," kata Susi. 

Dalam satu tahun pemerintahan ini, Susi juga mengucapkan rasa terimakasihmya kepada media. 

Menurut Susi, media telah menjadi pioner bagi KKP untuk mengampaikan berita kepada masyarakat bahwa KKP terkait program laut sebagai masa depan bangsa.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai KKP atas kinerja dan kebersamaan dalam tempo waktu setahun ini. 

"Terima kasih seluruh pegawai KKP, anda orang-orang yang hebat. Anda bisa mengikuti perubahan yang luar biasa," ucap Susi.

Isyarat mundur bukan kali ini saja diucapkankan Susi. Pada September lalu, Susi Pudjiastuti mengatakan akan memilih mengundurkan diri dari jabatannya saat ini daripada membiarkan penggunaan alat penangkap ikan (API) pukat hela (trawl) dilegalkan. 

Pernyataan itu dia sampaikan di depan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). 

"Tapi, kalau arad (alat tangkap ikan jenis trawl) ditarik sama kapal 100-200 GT, dibawa pakai pemberat begitu, ditarik dua perahu, apalagi sepanjang 50 kilometer, serem Pak. Kalau saya diharuskan gitu, saya resign Pak dari pekerjaan saya," ujar Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (7/9). 

Menurut Susi, pengunaan trawl oleh kapal-kapal besar selama ini memiliki efek yang dahsyat terhadap ekosistem bawah laut. Kerusakan parah akan jelas terlihat setelah alat tangkap itu digunakan. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia