Menu pembeda di Geprek Assalam 99



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggemar ayam geprek yang makin membludak, menjadi magnet kuat untuk menarik pelaku usaha. Melihat potensi masih sangat bagus, Pramudhieta mendirikan Geprek Assalam 99 di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah membuka bisnis ini pada awal 2018, ia baru menawarkan kemitraan akhir 2018. "Saat ini sudah ada 7 gerai tersebar di Krian, Ponorogo, Madiun, Boyolali, dan Gemolong Sragen Jawa Tengah, ," jelas pria yang akrab disapa Dhieta ini.

Calon mitra harus menyiapkan modal Rp 150 juta jika ingin membuka gerai Geprek Assalam 99. Dengan modal ini, mitra bakal mendapatkan fasilitas kerjasama franchise selama 5 tahun, peralatan usaha lengkap, renovasi interior, packaging, marketing, pelatihan karyawan, standar operasional, dan bahan baku awal.


Perlu di catat, modal ini di luar sewa tempat yang harus disediakan sendiri oleh mitra. Untuk bisa mendirikan satu gerai Geprek Assalam 99, mitra harus menyiapkan tempat usaha seluas minimal 60 meter persegi. Kalau bisa lebih luas, lebih bagus karena semakin banyak daya tampungnya sehingga berpengaruh ke omzet.

Geprek Assalam 99 menawarkan menu paket ayam geprek, paket geprek komplit, paket prekju (geprek keju), paket lele terbang, nasi goreng, terong crispy, jamur crispy, tahu, dan tempe. Aneka menu ini dibanderol mulai Rp 10.000–Rp 18.000. Dhieta tidak mematok kaku harga jual, mitra bisa menentukan sendiri harga jual sesuai kondisi gerainya.

Konsumen bisa memilih bagian ayamnya, ada paha atas, paha bawah, sayap, dada, dan tanpa tulang (boneless). "Harganya juga terjangkau kalau dibandingkan brand ayam geprek lainnya," ujar Dhieta.

Dalam perkiraan Dhieta, omzet setiap gerai Geprek Assalam 99 bisa mencapai Rp 3 juta–Rp 5 juta per harinya. Artinya, perkiraan omzet tiap bulan sekitar Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Dengan perhitungan ini, ia memperkirakan mitra bisa balik modal sekitar 10 bulan–18 bulan.

Dhieta menyebut dirinya tidak menarik biaya royalti bulanan, sebelum mitra mencapai balik modal. Hanya saja, mitra wajib membeli bahan baku, terutama bumbu dan tepung dari pusat.

Berbekal skema kemitraan ini, Dhieta berharap bisa menambah sampai 15 gerai Geprek Assalam 99 di 2019. Setahun ke depan, ia fokus menawarkan kemitraan untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Melihat tawaran kemitraan Geprek Assalam 99, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit menilai saat ini usaha olahan ayam geprek menjadi satu kuliner yang populer di masyarakat Indonesia. Karena itu prospek untuk berkembang masih ada. Namun, kini persaingan usaha ayam geprek makin ketat. Levita menyarankan para pelaku usaha membuat inovasi menu yang berbeda, sebelum pasar jenuh. Dengan cara itu mereka bisa bertahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon