Menuai Dividen & Kinerja UNVR



JAKARTA. Para pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bisa tersenyum ceria. Produsen barang-barang kebutuhan sehari-hari ini berencana membagi dividen interim Rp 100 per saham atau total senilai Rp 763 miliar.


Alokasi dividen itu setara 33,6% laba bersih UNVR selama semester pertama 2009. Pada periode ini, produsen deterjen Rinso ini mampu meraih laba bersih senilai Rp 2,27 triliun.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 25 November 2009. Sedangkan batas akhir pencantuman dalam daftar pemegang saham pada 1 Desember. "Perusahaan kami akan membagikan dividen pada 15 Desember 2009," kata Franky Jamin, Sekretaris Perusahaan emiten bersandi UNVR ini.

Naya Tirambintang, Analis Danareksa Sekuritas menilai, rencana pembagian dividen ini akan menjadi daya tarik saham UNVR. "Investor tentunya akan tertarik dengan pembagian dividen ini," ujarnya, kemarin.

Namun, Analis Bahana Securities Harry Su, berpendapat rencana pembagian dividen itu tak akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan harga saham berkode UNVR itu. Sebab dividend yield (imbal hasil) saham Unilever hanya 1%. Sedangkan dividend yield emiten lain lebih tinggi, yaitu sekitar 3%. Lagi pula, pembagian dividen interim ini tak akan mengganggu arus kasnya.

Harry menakar, sepanjang tahun ini pendapatan UNVR akan mencapai Rp 18,28 triliun atau meningkat 17,4% dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 15,57 triliun. Sedangkan laba bersih pembuat pepsodent ini akan tumbuh 27,5% jadi Rp 3,1 triliun.

Hitungan Naya, harga rata-rata produk UNVR tahun ini naik 5%, sehingga penjualan UNVR bisa meningkat 10%. Kinerja keuangannya tahun ini bakal tumbuh positif. Dia memperkirakan, pendapatan UNVR tahun ini mencapai Rp 17,75 triliun atau naik 14% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan laba bersih diperkirakan akan melambung 19% jadi Rp 2,87 triliun.

Sebelumnya, Naya hanya memperkirakan pendapatan UNVR mencapai Rp 17,3 triliun, dan laba bersih Rp 2,71 triliun. Jadi, dia merekomendasikan beli saham ini dengan target harga Rp 11.000 per saham. Rekomendasi serupa disampaikan Harry dengan target Rp 12.550.

Pada penutupan kemarin, harga UNVR saham naik Rp 150 menjadi Rp 10.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan