JAKARTA. Berkunjung ke kedai kopi tidak hanya untuk menyeruput minuman kental berwarna hitam ini. Kini, menghampiri kedai kopi menjadi bagian dari gaya hidup. Hampir setiap hari, ada saja orang yang meluangkan waktu untuk menikmati kopi sambil bercengkrama dengan keluarga, sahabat ataupun rekan kerja. Tak heran, kondisi ini tampak menggiurkan bagi pebisnis kuliner. Salah satunya, Nosa Pratama yang mendirikan Koffie Lucky (Kofluck) di Bandung pada 2015 lalu. Setahun kemudian, Nosa pun menawarkan kemitraan. Kini, baru ada satu mitra di Tanjung Balai dan dua gerai pusat di Batam dan Bandung. Untuk bergabung menjadi mitra, Nosa mengemas paket senilai Rp 150 juta. Mitra akan mendapat peralatan usaha, kitchen set dan bar set, mesin kopi, produk kopi seperti bubuk taro, kopi, bubuk greentea, bubuk coklat, bubuk red velvet dan menu minuman lain. Disamping itu, mitra juga mendapat SOP, software, dan pelatihan karyawan.
Menyeduh wangi laba gerai Koffie Lucky
JAKARTA. Berkunjung ke kedai kopi tidak hanya untuk menyeruput minuman kental berwarna hitam ini. Kini, menghampiri kedai kopi menjadi bagian dari gaya hidup. Hampir setiap hari, ada saja orang yang meluangkan waktu untuk menikmati kopi sambil bercengkrama dengan keluarga, sahabat ataupun rekan kerja. Tak heran, kondisi ini tampak menggiurkan bagi pebisnis kuliner. Salah satunya, Nosa Pratama yang mendirikan Koffie Lucky (Kofluck) di Bandung pada 2015 lalu. Setahun kemudian, Nosa pun menawarkan kemitraan. Kini, baru ada satu mitra di Tanjung Balai dan dua gerai pusat di Batam dan Bandung. Untuk bergabung menjadi mitra, Nosa mengemas paket senilai Rp 150 juta. Mitra akan mendapat peralatan usaha, kitchen set dan bar set, mesin kopi, produk kopi seperti bubuk taro, kopi, bubuk greentea, bubuk coklat, bubuk red velvet dan menu minuman lain. Disamping itu, mitra juga mendapat SOP, software, dan pelatihan karyawan.