KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis yang naik daun biasanya kerap menjadi inspirasi usaha. Hal ini yang dilakoni enam anak muda lulusan Universitas Prasetiya Mulya, yakni Fernaldo Garcia R, Mario Gultom, Yo Renno Widjadja, Irfan Alvianto, Almas Nizar dan Marcella. Adanya bisnis kedai kopi yang tengah naik daun membuat keenam anak muda tersebut terinspirasi dan tertarik melakoninya. Mereka kemudian merintis kedai kopi sejenis lewat merek Kopi Sunyi. Salah satu pendiri yakni Co Founder Kopi Sunyi, Fernaldo Garcia R berkisah, latar belakang pendirian Kopi Sunyi terinspirasi dari pengalaman teman mereka yang berbisnis kedai kopi di Singapura dengan memberdayakan pekerja disabilitas.
Baca Juga: Menemami Secangkir Kopi dengan Camilan Sejiwa Akhirnya, konsep tersebut dituangkan di 2018 dengan label Kopi Sunyi, sambil memberdayakan pekerja tunarungu di berbagai jenis pekerjaan, mulai dari barista, kasir hingga juru masak dengan umur antara 18 - 40 tahun. "Kami melihat mereka karena kemampuannya," ujar Fernaldo, Selasa (19/5). Adapun nama Kopi Sunyi dipilih untuk memberikan nuansa tenang di kedai. Tak heran, jika Kopi Sunyi menyasar segmen pasar mulai dari pelajar hingga pekerja yang ingin menuntaskan pekerjaan di kedai kopi.
Baca Juga: Menjahit Fulus dari Hijab Khusus Anak Lantaran mempekerjakan kaum disabilitas, para pendiri Kopi Sunyi kata Aldo sapaan akrab Fernaldo juga harus belajar bahasa isyarat dan hal lainnya. Tujuannya agar tidak ada kesenjangan di antara pemilik dengan para pekerjanya. Selain itu, manajemen Kopi Sunyi juga memberikan keleluasaan kepada pegawai untuk melakukan pekerjaan sampingan. Rupanya beberapa pekerja Kopi Sunyi sering mendapat pekerjaan sampingan sebagai penerjemah untuk kaum disabilitas, khususnya tunarungu.
Baca Juga: Memadukan Anyaman dan Limbah Kulit Untuk kopi yang disajikan Kopi Sunyi layaknya kedai kopi lain, dengan ciri khas ada pada biji kopi. Harganya mulai Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per item. Untuk aneka camilan dan makanan berat mulai Rp 30.000 sampai Rp 60.000 per item. Sejak delapan tahun berdiri, bisnis Kedai Kopi Sunyi berjalan naik turun. Aldo bersama tim berupaya agar laju usaha Kopi Sunyi tetap terus bersuara. Untungnya secara perlahan, usaha Kopi Sunyi semakin terdengar. Alhasil, kini Kopi Sunyi tersebar di tiga lokasi di Jakarta. Yakni di Jalan Barito, Jakarta Selatan, Menara BTN Kuningan, dan di kantor Kitabisa yang berada di dekat Stasiun Sudirman.
Baca Juga: Menyapu Cuan dari Produk Kebersihan Rumah Tangga Sudah begitu, menu Kopi Sunyi kini bertambah. Selain kopi, kedai juga merambah bisnis es krim dengan nama Sisi Manis.
Aldo bilang, omzet Kopi Sunyi bisa mencapai Rp 200 juta per bulan. Sebagian pendapatan disumbangkan ke Sunyi Academy, untuk mendukung pekerja disabilitas. Berikutnya, Kopi Sunyi berencana membuka cabang lainnya tahun ini di Bandung. "Semoga ini bisa mengurangi pengangguran tunarungu," harap Andrew salah satu pegawai tunarungu Kopi Sunyi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News