KONTAN.CO.ID - Pernah masuk area peristirahatan di jalan tol? Tentu sering bukan. Tempat peristirahatan jalan tol merupakan salah satu area yang banyak disambangi pengguna jalan untuk melepas Lelah. Juga menjadi lokasi untuk makan dan minum sembari istirahat. Dari setiap orang yang berkunjung ke rest area, sebagian besar menyisakan sisa makanan. Baik itu sisa sayuran yang tak termakan, maupun makanan sisa lainnya yang sudah tak layak makan lagi. Bayangkan, jika itu terjadi di musim liburan ada ribuan bahkan puluhan ribu orang singgah di rest area dan menyisakan sisa makanan. Kondisi ini tentu menjadi masalah, khususnya bagi pengelola rest area di jalan tolnya. Jika sampah makanan dan bahan organik lainnya itu menumpuk, maka akan meninggalkan bau tak sedap dan juga menghasilkan gas metana. Tak hanya itu, ada risiko juga munculnya hewan yang tak diinginkan seperti lalat yang berpotensi membawa bibit penyakit.
Menyulap Sampah Organik di Rest Area Menjadi Kompos
KONTAN.CO.ID - Pernah masuk area peristirahatan di jalan tol? Tentu sering bukan. Tempat peristirahatan jalan tol merupakan salah satu area yang banyak disambangi pengguna jalan untuk melepas Lelah. Juga menjadi lokasi untuk makan dan minum sembari istirahat. Dari setiap orang yang berkunjung ke rest area, sebagian besar menyisakan sisa makanan. Baik itu sisa sayuran yang tak termakan, maupun makanan sisa lainnya yang sudah tak layak makan lagi. Bayangkan, jika itu terjadi di musim liburan ada ribuan bahkan puluhan ribu orang singgah di rest area dan menyisakan sisa makanan. Kondisi ini tentu menjadi masalah, khususnya bagi pengelola rest area di jalan tolnya. Jika sampah makanan dan bahan organik lainnya itu menumpuk, maka akan meninggalkan bau tak sedap dan juga menghasilkan gas metana. Tak hanya itu, ada risiko juga munculnya hewan yang tak diinginkan seperti lalat yang berpotensi membawa bibit penyakit.