Menyusuri Gurun Madinah di Atas Punggung Kuda, Aktivitas Favorit Jemaah Indonesia



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Tidak semua kenangan dari Tanah Suci lahir di pelataran masjid atau lokasi bersejarah.

Bagi sebagian jemaah Indonesia, pengalaman paling berkesan justru datang saat menunggang kuda Arab menyusuri hamparan gurun di pinggiran Madinah, menikmati bentangan alam yang selama ini hanya mereka lihat melalui foto dan tayangan televisi.

Dalam beberapa tahun terakhir, wisata berkuda menjadi salah satu aktivitas yang semakin diminati jemaah Indonesia saat berada di Madinah.


Selain menawarkan pengalaman berbeda dari agenda ibadah dan ziarah, kegiatan ini juga memberikan kesempatan menikmati sisi lain Kota Nabi yang dekat dengan tradisi Arab dan sejarah Islam.

Di salah satu kawasan perbukitan gurun Madinah, derap kaki kuda terdengar hampir setiap hari.

Baca Juga: Tiba di Madinah, Musyrif Diny Pastikan Pelaksanaan Haji Jemaah Sesuai Syariat

Aktivitas tersebut salah satunya digerakkan oleh Madinah Horse yang didirikan oleh warga Indonesia yang menetap di Madinah dan memiliki kecintaan terhadap dunia berkuda.

Founder Madinah Horse, Fauzi Rinaldi, mengatakan komunitas tersebut memang tergolong baru.

Namun, kegiatannya berakar dari hobinya berkuda yang sudah dijalani sejak 2013 melalui komunitas yang ia bangun lewat akun Suara Madinah.

"Alhamdulillah, kalau Madinah Horse sendiri masih baru. Tapi kalau untuk berkudanya, saya sudah menjalani sejak 2013 di Suara Madinah," ujarnya kepada Media Center Haji, Senin (23/6/2026).

Bagi Fauzi, berkuda bukan sekadar aktivitas rekreasi. Bersama rekan-rekannya, ia rutin menempuh jarak hingga 10 kilometer setiap hari dan menargetkan 20 kilometer sebagai bagian dari latihan menuju lomba endurance atau ketahanan berkuda jarak jauh hingga 160 kilometer.

Baca Juga: Ada di Hotel, Klinik Satelit Madinah Jadi Garda Terdepan Layani Kesehatan Jemaah Haji

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak jemaah dan wisatawan Indonesia yang tertarik ikut merasakan pengalaman tersebut. Dari situlah wisata berkuda mulai berkembang menjadi salah satu pilihan aktivitas favorit di luar agenda ibadah.

"Alhamdulillah, peminat dari Indonesia cukup banyak. Ada masyarakat umum, selebgram, artis, bahkan pejabat yang datang umrah maupun berkunjung ke Madinah," kata Fauzi.

Menurut dia, setiap hari terdapat dua hingga tiga sesi berkuda yang diikuti wisatawan maupun warga lokal.

Kegiatan biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika cuaca lebih bersahabat. Dalam kesempatan tertentu, jumlah peserta bahkan bisa sangat banyak.

"Pernah paling ramai sampai 50 ekor kuda keluar bersama dalam satu kegiatan," ujarnya.

Daya tarik utama aktivitas ini adalah kesempatan menjelajahi gurun Madinah dengan menunggang kuda Arabian murni yang telah bersertifikat.

Selain dikenal memiliki postur yang gagah, kuda-kuda tersebut juga memiliki karakter yang jinak sehingga aman bagi pemula.

Baca Juga: Di Sekolah Indonesia Jeddah, Anak Perantauan Belajar Mengenal Tanah Air

"Alhamdulillah, kuda-kuda kami jinak. Jadi orang yang baru pertama kali naik kuda pun bisa menikmati dengan nyaman," kata Fauzi.

Pengalaman berkuda biasanya dimulai dengan pengenalan dasar dan pendampingan dari pemandu.

Setelah itu peserta diajak menyusuri jalur-jalur gurun yang menyuguhkan panorama khas Madinah berupa perbukitan batu, hamparan pasir, dan langit terbuka yang luas.

Fauzi menyebut, bagi banyak jemaah Indonesia, pengalaman tersebut menghadirkan sensasi berbeda.

Selain menikmati alam, mereka juga merasakan kedekatan dengan budaya Arab yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak masa Rasulullah SAW.

Saat matahari mulai condong ke barat, suasana gurun berubah semakin memikat.

Cahaya keemasan senja memantul di permukaan pasir dan bebatuan, menciptakan latar yang sering diburu wisatawan untuk berfoto dan mengabadikan momen.

Baca Juga: Petugas Haji: Terlalu Sopan, Jemaah Indonesia Diingatkan Tak Lepas Sandal di Bir Ali

Untuk menikmati pengalaman tersebut, peserta dapat memilih paket privat maupun kelompok.

Paket privat dipatok sekitar 1.300 riyal Arab Saudi per orang, sedangkan paket grup dikenakan biaya sekitar 350 riyal per orang dengan jumlah peserta minimal empat hingga delapan orang.

Biaya tersebut mencakup sejumlah fasilitas, mulai dari berkuda dengan pendampingan, dokumentasi menggunakan telepon genggam, kamera maupun drone, hingga makan malam khas Arab setelah kegiatan selesai.

Tak hanya itu, nantinya Fauzi juga akan menyiapkan area bersantai dan berenang untuk melepas lelah setelah berkuda di tengah cuaca Madinah yang pada musim panas dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News