Menyusuri Jejak Tradisi dan Kearifan Sumba di Desa Bakti BCA Prai Ijing



KONTAN.CO.ID - Sumba Barat, 4 September 2026 Di antara hamparan perbukitan Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kampung Adat Prai Ijing berdiri sebagai ruang hidup yang merawat jejak sejarah, tradisi megalitik, dan kearifan lokal. Deretan rumah adat dengan atap menjulang (Umma Kalada), senyum hangat warga, hingga suara alat tenun bukan mesin (ATBM) menjadi pesona autentik yang menyambut setiap pengunjung. Sebagai salah satu Desa Bakti BCA, Kampung Adat Prai Ijing kini siap memperjelas kekayaan budayanya secara lebih mendalam kepada masyarakat luas.

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kampung Adat Prai Ijing diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan. Setiap kunjungan wisatawan dirancang tidak hanya memberikan pengalaman imersif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan perekonomian warga serta pelestarian budaya setempat. Sejak dibina oleh Bakti BCA pada tahun 2024, Kampung Prai Ijing mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 26% pada akhir tahun 2025.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa pendampingan Bakti BCA berfokus pada penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan desa. “Setiap desa memiliki kekayaan dan keunikan yang dapat menjadi kekuatan untuk tumbuh secara berkelanjutan. Melalui pendampingan dan pengembangan potensi lokal, BCA ingin mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam mengelola desanya. Harapannya, potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Kampung Adat Prai Ijing dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” kata Hera.


Guna memberikan pengalaman yang terencana dan nyaman bagi wisatawan, Pokdarwis Prai Ijing bersama Bakti BCA menghadirkan dua pilihan paket wisata unggulan yakni:

  • Prai Ijing Full Day Tour: paket wisata ini dirancang bagi wisatawan yang ingin menyelami kehidupan kampung adat secara utuh selama 6-8 jam. Dengan biaya Rp430.000/orang, wisatawan diajak mengikuti tur keliling kampung bersama pemandu lokal untuk mempelajari arsitektur rumah adat dan sejarah desa, mencoba permainan tradisional, menikmati makan siang hidangan khas lokal, mengikuti workshop tenun, hingga berfoto mengenakan pakaian adat Sumba. Paket ini sudah mencakup tiket retribusi, pemandu lokal, snack & makan siang, workshop tenun, sewa pakaian adat, dan souvenir khas.
  • Prai Ijing Heritage Tour: paket wisata ini cocok bagi wisatawan dengan waktu kunjungan terbatas dengan durasi maksimal 3 jam. Dengan biaya Rp250.000/orang, paket ini mencakup tur sejarah kampung adat, workshop pembuatan kain tenun, menikmati snack lokal, sesi foto berpakaian adat, serta pendampingan pemandu lokal dan souvenir.
Di balik keindahan lanskapnya, Kampung Adat Prai Ijing menyimpan kekayaan budaya yang dinamis. Salah satu daya tarik unik yang dapat dicoba pengunjung adalah permainan tradisional Kagorokana Alu, sebuah ketangkasan menggunakan bambu yang mencerminkan keceriaan dan kebersamaan masyarakat lokal.

Selain itu, wisatawan dapat melihat langsung ketelitian para perajin wanita dalam menenun kain khas Sumba. Melalui workshop singkat, pengunjung diajarkan proses penataan benang hingga menjadi lembaran kain bertekstur indah yang sarat nilai filosofis. Aktivitas pariwisata ini juga menggerakkan ekosistem UMKM desa, mulai dari penyedia kuliner lokal, penyewa busana adat, hingga perajin cenderamata.

Kontan - BCA Kilas Online. Menyusuri Kekayaan Budaya Sumba di Desa Bakti BCA Prai Ijing – Berlatar deretan rumah adat beratap menjulang (Umma Kalada), Desa Bakti BCA Kampung Adat Prai Ijing menyajikan pengalaman budaya imersif yang mengajak pengunjung mempelajari seni tenun tradisional, mencoba permainan ketangkasan Kagorokana Alu, hingga menyelami kearifan lokal setempat.
© Foto oleh BCA
Tips Menjelajahi Kampung Adat Prai Ijing

Untuk menikmati pengalaman wisata secara maksimal di Desa Bakti BCA Prai Ijing, wisatawan dapat mempersiapkan perjalanan dengan beberapa cara berikut:

  1. Gunakan pemandu lokal untuk pengalaman yang lebih maksimal. Salah satunya dengan mengikuti paket wisata yang tersedia.
  2. Jika ingin lebih mendapatkan pengalaman yang lebih autentik, wisatawan bisa bermalam dan tinggal bersama warga dengan membeli paket homestay, sebesar Rp 300.000 per orang per malam, sudah termasuk 3x makan.
  3. Pastikan membawa perlengkapan dokumentasi karena setiap sudut kampung ini menarik untuk diabadikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News