Meracik Laba dari Aneka Olahan Bebek



h090515_15_bebek_wongsoSAAT ini menu bebek sudah tidak asing lagi di lidah kita. Olahan menu daging bebek tidak alot dan berbau amis seperti dulu. Tak heran gerai-gerai yang menjajakan aneka jenis menu dari daging bebek terus bermunculan. Agar bisa menggaet banyak pembeli, tentu masing-masing menonjolkan keunikan olahannya. Salah satu restoran yang mengaku berhasil menciptakan menu bebek yang diminati banyak orang adalah restoran bebek goreng Mbah Wongso asal Yogyakarta. Rumah makan ini menyajikan berbagai menu bebek. Ada bebek goreng, bebek bakar, rica-rica bebek, dan bebek penyet. Menurut Suanto, keunggulan menu bebeknya terletak pada bertekstur bebek yang garing tetapi lembut dan tanpa bau amis. Ini berkat ramuan bumbu khas Mbah Wongso yang dipadu sambal kocek, khas racikan tangan Suanto. Anto -panggilan akrabnya- memulai usaha ini tahun  2002 di Yogjakarta. Usaha lelaki asli Solo ini terus berkembang, hingga akhirnya ia punya empat cabang dan namanya di kenal di Solo dan sekitarnya. Anto yakin minat terhadap menu bebek akan terus meningkat. Namun ia juga masih terus giat melakukan promosi. Diantaranya lewat pameran, internet maupun koran lokal. Tahun 2008, Anto pun menawarkan waralaba. Sekarang dia sudah punya lima terwaralaba yang membuka gerai di Malang, Pekalongan, Kudus, dan Jakarta. Modal Rp 102 juta Anto menawarkan paket waralaba seharga Rp 102 juta untuk wilayah Jawa dan seharga Rp 122 juta untuk di luar Jawa. Paket waralaba   tersebut sudah mencakup fee waralaba (franchise fee) sebesar Rp 35 juta untuk lima tahun, semua peralatan produksi, pelatihan karyawan, stok bahan baku pertama, seragam karyawan, dan promosi. Paket investasi itu juga sudah termasuk renovasi tempat, namun tidak termasuk biaya sewa tempat. Seperti kebanyakan waralaba lain, Anto juga mengharuskan terwaralaba membeli daging bebek dari pihaknya. Untuk lalapan dan bumbu lainnya, terwaralaba bisa membeli dari tempat lain. Harga menu tergantung lokasi gerai. Untuk bebek goreng, misalnya, Anto mematok harga Rp 10.000 per porsi untuk Yogya dan Rp 14.000 di Jakarta. Harga rica-rica bebek Rp 15.000 di Yogya dan di Jakarta Rp 19.000. Tapi, Anto tidak memberlakukan harga mati. Terwaralaba bisa menentukan harga sendiri. Menurut hitungan Anto, jika terwaralaba bisa menjual 100 porsi atau sekitar 25 ekor per hari, terwaralaba bisa meraup omzet Rp 1,5 juta per hari atau Rp 35 juta- Rp 45 juta per bulan. Setelah dikurangi semua biaya, termasuk sewa tempat,  terwaralaba akan balik modal antara 12 bulan-18 bulan. Nani Astono, salah satu mitra Bebek Goreng Mbah Wongso yang membuka gerai di Yogyakarta sejak awal 2009, menyatakan tertarik menjadi terwaralaba karena Mbah Wongso menawarkan menu lebih variatif. Nani bilang sejauh ini ia sudah mempunyai banyak penggemar. Dalam sehari setidaknya ia bisa menghabiskan 20 ekor bebek, dengan omzet rata-rata Rp 1 juta. Namun ia mengaku, tingkat keuntungan bersih yang ia peroleh hanya 15%. Karena itu, ia belum bisa  balik modal dalam waktu dekat ini.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News